Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Menteri LH Targetkan Banjarbaru Raih Adipura 2026, Tinjau Pengelolaan Sampah dari Rumah

×

Menteri LH Targetkan Banjarbaru Raih Adipura 2026, Tinjau Pengelolaan Sampah dari Rumah

Sebarkan artikel ini
6 bjb 2 1
KUNJUNGAN - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby meninjau langsung pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru Selatan. (KP/DEVI)

Banjarbaru, KP – Komitmen pemerintah pusat dalam mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di daerah semakin nyata. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru dengan meninjau langsung praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Komplek Rina Karya, RT 03/RW 04, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (09/04/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif bersama Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, tidak hanya melakukan peninjauan secara simbolis, tetapi juga mendatangi langsung rumah warga untuk melihat proses pemilahan hingga pengolahan sampah organik dari sumbernya.

Kalimantan Post

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa Banjarbaru masuk dalam prioritas nasional dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Menteri Hanif turut menyalurkan bantuan sarana pengolahan sampah kepada masyarakat, meliputi:

Kelurahan Cempaka: 300 unit Losida, 40 drum drop point, dan 400 ember Sampah Organik Dapur (SOD).

Kelurahan Mentaos: 300 unit Losida, 30 drum drop point, dan 300 ember SOD.

Kelurahan Guntung Paikat: 400 unit Losida, 30 drum drop point, dan 300 ember SOD.

Di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, Menteri Hanif menegaskan target besar bagi Banjarbaru.

“Kota Banjarbaru merupakan target Menteri Lingkungan Hidup. Saya akan memaksa, suka atau tidak suka, Ibu Wali Kota Banjarbaru harus membawa Adipura 2026 untuk masyarakat Banjarbaru,” tegasnya.

Ia menilai, secara struktur tata kota, Banjarbaru memiliki karakteristik ideal untuk mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah.

“Struktur kota Banjarbaru ini sebenarnya sangat mudah untuk dimanajemeni. Banjarbaru memang kota idaman. Karena itu tidak ada waktu lagi untuk berpikir panjang,” ujarnya.

Menteri Hanif juga meminta peran aktif camat dan lurah untuk memimpin perubahan di tingkat wilayah.

Baca Juga :  Pemko Banjarbaru Terapkan WFH ASN, Pelayanan Publik tetap Normal

“Ayo para camat dan lurah segera deklarasikan bahwa kita akan memilah sampah. Lakukan terus menerus sampai pola pikir masyarakat berubah. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang dinilai menjadi dorongan besar bagi transformasi pengelolaan sampah di daerahnya.

“Pendekatan berbasis masyarakat adalah kunci. Dengan adanya sarana ini, masyarakat memiliki alat yang lebih baik untuk mengolah sampah, sehingga beban sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri.

“Harapannya, pengelolaan sampah tidak lagi menjadi persoalan, tetapi menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi kebersihan, kesehatan, dan keindahan Kota Banjarbaru,” tuturnya.

Kunjungan ini menandai langkah konkret perubahan sistem pengelolaan sampah di Banjarbaru, dari pola lama kumpul, angkut, buang menuju model baru yang dimulai dari rumah tangga sebagai titik awal solusi lingkungan.(Dev/K-5)

Iklan
Iklan