BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala di Hotel Aria, Rabu (8/4) sore. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa “politik kehadiran” harus menjadi napas gerak kader, bukan sekadar jargon yang muncul menjelang pemilu.
Membawa mandat Ketua Umum Muhaimin Iskandar, Cucun meminta seluruh kader PKB di Kalimantan Selatan menunjukkan kerja nyata yang konsisten mendampingi masyarakat.
“Kader PKB harus hadir setiap saat di tengah rakyat. Jangan menjadi ‘tamu lima tahunan’ yang hanya muncul saat butuh suara. Buktikan kerja terbaik di lapangan secara konsisten,” tegas Wakil Ketua DPR RI itu di hadapan peserta Muscab.
Menurutnya, kehadiran kader tidak boleh bersifat musiman. PKB, kata dia, harus benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga, hadir saat masyarakat membutuhkan solusi.
“PKB harus konsisten melayani. Kita ingin kader hadir bukan hanya saat kampanye, tapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Inilah yang kita sebut politik kehadiran,” ujarnya.
Cucun juga menekankan semangat gotong royong sebagai identitas politik PKB. Kader diminta aktif menggerakkan solidaritas sosial, membantu warga, serta menjadi penghubung solusi di tengah berbagai persoalan.
Selain penguatan internal partai, ia menginstruksikan kader untuk bersinergi menyukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya isu penanganan sampah di daerah. Fraksi PKB di DPRD diminta berkolaborasi aktif dengan pemerintah kota/kabupaten guna menghadirkan solusi inovatif di bidang lingkungan.
“PKB harus menjadi bagian dari solusi, terutama dalam mendukung program pusat yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan kebersihan daerah,” tambahnya.
Seleksi Pimpinan Tanpa Voting
Ada hal berbeda dalam Muscab kali ini. PKB meninggalkan sistem pemungutan suara (voting) dan beralih ke prinsip musyawarah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Seleksi pimpinan DPC dilakukan dalam dua tahap ketat:
1. Tes kompetensi untuk mengukur kapabilitas manajerial dan visi politik.
2. Wawancara serta penandatanganan kontrak komitmen kerja guna memastikan loyalitas dan integritas.
Sistem ini diterapkan untuk memastikan nahkoda partai di tingkat daerah memiliki kualitas dan komitmen kuat terhadap garis perjuangan partai.
Kegiatan Muscab turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Anggota Komisi VII DPR RI Kaisar Abu Hanifah, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR, Rais Syuriyah PCNU Kota Banjarmasin KH Mahran Yasin, Pimpinan Ponpes Manbaul Ulum KH Gazali Mukeri, Ketua KPU Kota Banjarmasin, pimpinan lintas partai politik, serta perwakilan Banom NU dari Banjarmasin dan Barito Kuala.(nau/KPO-1)















