Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Pelajari Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Rorotan

×

Pemko Banjarbaru Pelajari Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Rorotan

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLm BJB 1 3
TINJAU- Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bersama rombongan meninjau fasilitas RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara, Sabtu (4/4/2026). (KP/Devi)

Banjarbaru, KP– Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru terus menunjukkan keseriusannya dalam membenahi persoalan sampah. Hal ini terlihat dari kunjungan studi tiru ke Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, Sabtu (4/4/2026), guna mempelajari sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi.

Pada hari kedua kunjungan, rombongan menelusuri berbagai model pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pengolahan akhir yang memiliki nilai ekonomis. Kunjungan diawali di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, dengan pemaparan roadmap pengelolaan sampah yang sistematis dari hulu ke hilir.

Kalimantan Post

Rombongan kemudian mengunjungi Pusat Edukasi KIE RBU (Recycle Business Unit), yang berfungsi sebagai pusat edukasi sekaligus fasilitas pengolahan sampah kering dan daur ulang. Di lokasi ini, jajaran camat dan lurah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru mempelajari bagaimana pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan edukatif sekaligus bernilai ekonomi.

Kunjungan dilanjutkan ke kawasan ProKlim RW 01 Tugu Utara. Di kawasan ini, rombongan mempelajari inovasi berbasis masyarakat, seperti pengolahan sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF), pembuatan pelet dari sampah organik, hingga sistem fermentasi melalui drop point bambu.

Pembelajaran semakin lengkap saat rombongan meninjau RDF Plant Rorotan, fasilitas pengolahan sampah modern yang mampu mengolah sekitar 2.500 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF).

Teknologi yang digunakan meliputi pemilahan, pencacahan, hingga pengeringan sampah non-organik menjadi bahan bakar dengan nilai kalor setara batu bara muda.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, mengatakan kunjungan ini memberikan wawasan dan pengalaman berharga yang akan diimplementasikan di daerah.

“Harapannya hasil kunjungan ini bisa segera kita terapkan di Banjarbaru, tentu dengan menyesuaikan karakteristik wilayah serta terus berinovasi dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjarbaru Perkuat Pengelolaan Sampah, Wali Kota Temui Menteri LH

Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya melalui kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga.

“Ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan lurah dan camat untuk memberdayakan masyarakat. Kita harus mengubah perilaku agar pemilahan sampah selesai dari sumbernya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, menyebutkan pihaknya akan menyusun strategi konkret pasca kunjungan tersebut. Salah satunya dengan pemetaan jumlah penduduk dan potensi sampah hingga tingkat RW.

“Kami akan memulai dari beberapa rumah terlebih dahulu, dengan target setiap bulan minimal bertambah 10 rumah yang melakukan pemilahan sampah,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pengelolaan sampah di Banjarbaru masih didominasi pola kumpul-angkut-buang, sehingga perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan utama.

Rangkaian kunjungan ditutup di RPTRA Rorotan Indah I dan TPS 3R Rorotan, yang menampilkan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, seperti rumah pilah dan bioreaktor kompos. Sistem tersebut terbukti mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sejak dari sumbernya.

Melalui studi tiru ini, Pemkot Banjarbaru diharapkan mampu mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan, dengan menitikberatkan pada kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.(Dev/K-5)

Iklan
Iklan