Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Pemprov Kalsel Matangkan RKPD 2027

×

Pemprov Kalsel Matangkan RKPD 2027

Sebarkan artikel ini
musrebang

Banjarbaru, KP – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (7/4).

Kalimantan Post

Gubernur Kalsel, H Muhidin, menegaskan bahwa sejumlah sektor strategis menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan ke depan.

Salah satu yang mendapat perhatian besar adalah pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Proyek Jembatan Pulau Laut kembali menjadi sorotan dalam pembahasan. Infrastruktur yang menghubungkan Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu ini telah dimulai sejak 2025 dan ditargetkan rampung pada 2028.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap pemantapan.

Selain itu, pembangunan stadion juga masuk dalam daftar prioritas pemerintah provinsi.

Pada 2026, tahapan difokuskan pada proses pembebasan lahan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun.

Selanjutnya, pembangunan fisik stadion akan dilaksanakan secara multiyears hingga 2028.

Di sektor transportasi darat, Pemprov Kalsel merencanakan pembangunan Jalan Lingkar Tengah yang menghubungkan kawasan Mataraman (Malimali) menuju Binuang, Kabupaten Tapin.

Jalur alternatif ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di ruas Jalan Ahmad Yani, khususnya pada jalur Martapura menuju wilayah Hulu Sungai.

“Pembebasan lahan dilakukan tahun ini, sedangkan pembangunan jalan direncanakan mulai 2027,” ujar Muhidin.

Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pemerintah provinsi juga memberikan perhatian terhadap penanganan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan sudetan sungai dari kawasan Tanjung menuju Hulu Sungai Utara, untuk mengalirkan debit air ke Sungai Barito.

Selain itu, normalisasi sungai akan dilakukan di beberapa titik rawan banjir, di antaranya pengerukan sungai di kawasan Alalak, Banjarmasin, serta penanganan pendangkalan sungai di wilayah Hulu Sungai Selatan.

Baca Juga :  Hari Jadi ke-27 Banjarbaru Dikemas Efisien, Warga Tetap Jadi Prioritas

“Kami berupaya mengurangi dampak banjir dengan mengatur aliran air melalui sudetan dan pengerukan sungai,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemprov Kalsel juga mulai mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.

Upaya yang dilakukan antara lain pembangunan kanal dan resapan air di wilayah Liang Anggang guna menjaga kelembapan lahan.

“Kami sudah instruksikan pembuatan kanal resapan air agar kondisi lahan tetap basah, sehingga bisa meminimalisir risiko kebakaran,” pungkas Muhidin.(mns/K-2)

Iklan
Iklan