BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pertarunga hidup mati akan mewarnai duel antara tuan rumah Barito Putera melawan PSS Sleman dalam pekan ke-24 Championship yang berlangsung di Stadion 17 Mei Banjarmasin pada Sabtu (11/4/2026) pukul 20.00 WIB.
Buat Tim Laskar Antasari, kemenangan merupakan harga mati bila ingin tetap bersaing merebutkan tiket ke Super League musim depan. Barito Putera saat ini menempati posisi ketiga dengan 45 poin dari 23 kali main, sedangkan PSS Sleman di puncak dengan 49 poin, sedangkan Persipura diperingkat kedua dengan 46 poin.
Apabila seri atau kalah melawan PSS Sleman, hanya keajaiban yang bisa menghantarkan tim kebanggaan Urang Banjar minimal menjadi runner up grup Timur.
Pasalnya, saingan beratnya peringkat kedua, Persipura Jayapura akan melakukan tiga pertandingan kandang, menjamu Persela Lamongan di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (11/4). Kemudian, mereka kedatangan tamu PSIS Semarang di venue yang sama, 18 April 2026 dan melawan Persiku Kudus pada 2 Mei.
Ada pun melakukan pertandingan kandang hanya menghadapi tim lemah dan juru kunci, Persipal FC Palu pada 25 April mendatang yang diatas kertas bisa diatasinya
Melihat saingannya main tiga kali di kandang dan partai tandang menghadapi tim dipastikan degradasi di Liga 3 musim depan, Barito Putera hanya berharap saat main di kandangnya klub berjuluk Mutiara hitam tergelincir, sehingga poinnya bisa dilewati.
Terlepas berharap keberuntungan, pemain Barito Putera juga harus fight dengan semboyan Urang Banjar tampil Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing saat menjamu PSS Sleman agar bisa meraih kemenangan.
Jika menang, akan memuluskan dua pertandingan kandang lainnya menghadapi tim papan bawah dikandang yakni menjamu Persiba Balikpapan Sabtu (18/4) dan Persipal FC pada 2 Mei mendatang di Stadion Demang Lehman.
Tinggal bagaimana mengatasi lawan berat dalam pertandingan tandang melawan Persela Lamongan pada Sabtu (25/4) di Lamongan.
Jadi, berdasarkan empat pertandingan sisa, kunci ingin membawa asa Super League adalah mengalahkan PSS Sleman.
Berdasarkan statistik tiga pertemuan sebelumnya, Barito Putera dan PSS Sleman selalu imbang. Saat Barito Putera menjamu PSS Sleman di Stadion Demang Lehman pada 8 November 2025, skor akhir untuk kedua tim imbang 1-1. Sedangkan ketika PSS Sleman yang menjamu Barito Putera di Stadion Maguwoharjo pada 31 Januari 2026, hasil akhirnya 0-0.
Namun, mengacu lima laga telah dijalani diputaran ketiga, PSS Sleman menjadi tim dengan perolehan poin tertinggi mendapat 13 poin dan produktivitas selisih gol 12. Sementara Barito Putera hanya mendapat 8 poin dengan produktivitas selisih gol 0.
Lalu di laga terakhir, PSS Sleman menang 7-0 atas Persipal FC, sedangkan Barito Putera harus bersusah payah menang 1-0 atas PSIS Sleman.
Dari sisi pemain, striker PSS Sleman Gustavo Tocantins lagi on fire dengan mencetak empat gol saat melawan Persipal FC. Bukan itu saja total gol yang dibuat mantan bomber Barito Putera ini menjadi 19 gol atau runner up top skor Championship.
Ini yang perlu diwaspadai lini belakang Barito Putera yang dikawal Renan Alves dan Fabiano Beltrame dibantu Bayu Pradana terhadap pergerakan Tocantins.
Selain Tocantis, pertahanan tim Seribu Sungai juga harus mewaspadai pergerakan pemain lincah Riko Simanjuntak, Terens Puhiri, Frederic Injai, Dominikus Dion dan Figo Dennis.
Mereka bukan hanya ‘menyerpis’ umpan-umpan manja ke Tocantins, terkadang bikin kejutan mencetak gol.
Selain memikirkan bagaimana mengantisipasi serangan PSS Sleman yang dikenal cukup tajam, diperkirakan pelatih Barito Putera, Teco akan menginstruksikan bermain defensif dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Alexandro Ferreira, M Wildan sedangkan penyuplai diberikan kepada Rizky Pora dan Hargianto.
Tak kalah pentingnya, kehaditan fans Barito Putera bakal mrmbakar semangat pemain untuk tampil habis-habisan. Nah, mampukah Barito Putera mengalahkan PSS Sleman di duel krusial. Semoga itu bisa terealisasi. (ful/KPO-3)















