Banjarbaru, KP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) bekerja sama dengan PT Telkom memperkuat jaringan dan infrastruktur digital hingga ke daerah pelosok menjelang pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2026.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel Dedi Hidayat di Banjarbaru, Kamis, mengatakan, langkah ini untuk memastikan seluruh calon siswa, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat mengakses sistem pendaftaran secara lancar.
“Telkom telah menyiapkan perbaikan teknis dan pemetaan wilayah agar tidak ada gangguan, khususnya di daerah pelosok,” ucapnya.
Selain itu, Disdikbud Kalsel menyediakan kanal informasi publik berupa helpdesk, hotline, dan operator di tingkat sekolah dan dinas, agar masyarakat dapat memperoleh panduan pendaftaran secara real-time.
Setelah memastikan infrastruktur siap, Disdikbud Kalsel telah menyusun petunjuk teknis (juknis) SPMB 2026 sesuai Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dedi menyebutkan, juknis ini menyesuaikan kondisi saat ini dan ditandatangani Gubernur Kalsel, dan segera disosialisasikan kepada seluruh sekolah.
Ia menjelaskan pelaksanaan SPMB 2026 tetap mengacu pada mekanisme sebelumnya, dengan komposisi nilai 70 persen rapor dan 30 persen tes kompetensi kademik (TKA). Jalur penerimaan terdiri dari jalur domisili 35 persen, jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 30 persen, dan jalur mutasi 5 persen.
Kemudian membentuk tim pengawasan untuk memastikan kelancaran proses, termasuk mengantisipasi kesamaan nilai antar peserta yang masih dalam kuota, serta koordinasi dengan sekolah swasta, SMK, pondok pesantren, dan pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan data akurat sebaran calon siswa.
“Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk menyinkronkan jadwal pendaftaran di pondok pesantren,” ujar Dedi.
Pelaksanaan SPMB 2026 di Kalsel dimulai dengan pendaftaran pada 22–24 Juni, rapat koordinasi pada 25 Juni, dan pengumuman hasil seleksi pada 29 Juni 2026. (*/K-2)















