BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pertarungan bintang ‘veteran’ Liga 1 dan mantan pemain Timnas Indonesia akan mewarnai duel antara tuan rumah PSIS Semarang melawan Barito Putera dalam laga pekan ke-23 Championship yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2026) pukul 15.30 WIB .
PSIS Semarang yang telah berbenah diri merekrut 19 pemain anyar, tiga diantaranya merupakan veteran bintang Liga 1 diantaranya bomber Alberto “Beto” Goncalves, Esteban Vizcarra dan Otavio Dutra.
Beto walau pun sudah berusia 45 tahun masih menunjukkan ketajaman dengan membuat hattrick saat mengalahkan Persipal FC 6-1 minggu lalu. Mantan striker Timnas Indonesia ini sudah mencetak 4 bersama PSIS dalam 8 pertandingan.
Dua legiun veteran lainnya, Esteban Vizcarra yang berusia 39 tahun dan Otavio Dutra (42 tahun) juga masih menunjukkan kualitasnya di usia senja dengan
menyumbang gol saat Tim Mahesa Jenar menang atas Persipal FC.
Selain ketiga pemain keturunan tersebut, PSIS Semarang juga diperkuat pemain Brazil Denilson Rodrigues Roldao, serta mantan gelandang Barito Putera Tegar Infantrie.
Duet Beto – Esteban akan mendapat hadangan bintang veteran Barito Putera Fabiano Beltrame (43 tahun) yang berduet dengan Renan Alves (33 tahun) di center back.
Sebelum keduanya masuk ke jantung pertahanan tim Laskar Antasari, ada mantan gelandang Timnas Indonesia Bayu Pradana (34 tahun) yang menghadang serta mantan kiper Timnas Muhammad Ridho (34 tahun).
Di kubu Barito Putera juga ada mantan pemain Timnas Indonesia, Rizky Pora (36 tahun) yang bakal membongkar pertahanan PSIS Semarang yang dikoordinir Otavio Dutra melalui umpan-umpan matang kepada Alexandro Pierra dan Wildan Ramdani di kotak penalti lawan.
Bila ada peluang, Rizky Pora akan memberikan kejutan buat kiper PSIS Semarang yang dikawal Mario Londok lewat sepakan spekulasi dari luar kotak penalti.
Barito Putera juga harus melupakan dua kemenangan beruntun atas PSIS diputaran pertama dan kedua dengan skor 1-0 di Championship 2025/2026 lalu. Pasalnya, materi pemain dan pelatih tim Mahesa Jenar telah berubah hampir 100 persen yang bakal diturunkan nanti.
Lalu berdasarkan statistik lima pertandingan terakhir, penampilan Barito Putera tak stabil, hanya sekali menang melawan Deltras FC dengan skor 2-0. Empat pertandingan lainnya sekali kalah telak lawan Persipura 1-4 dan tiga lainnya berakhir imbang 0-0 atas PSS Sleman, 0-0 lawan Kendal Tornado FC dan 1-1 atas Persiku Kudus.
Sementara itu PSIS Semarang dalam lima pertandigan terakhir menunjukkan grafik lebih baik, menang dua kali atas Persiku Kudus dan tuan Deltras FC 1-0 dan Persipal FC 6-1. Lalu dua kali imbang melawan Persiba Balikpapan 0-0 dan 1-1 atas Persela Lamongan.
Kekalahan dialami PSIS saat ketemu Kendal Tornado FC dengan skor telak 0-3 pada 30 Januari 2026 lalu.
Namun, berdasarkan peringkat di.klasemen sementara, Barito Putera lebih unggul di posisi ketiga dengan 42 poin dari 22 kali main, sedangkan PSIS Semarang diperingkat 8 dengan 19 poin dan hanya satu strip di atas tim terancam degradasi, Persiba Balikpapan dan Persipal FC.
Berdasarkan peringkat tersebut ada misi berbeda dikejar kedua. Bila Barito Putera berusaha meraih kemenangan atas PSIS untuk membuka asa lolos ke Super League, sebaliknya PSIS juga bertekad meraih tiga poin agar semakin menjauh dari zona degradasi.
Adanya misi yang berbeda serta diperkuat veteran bintang Liga 1 membuat pertandingan nanti bakal berlangsung seru dan sengit. Akankah tuan rumah PSIS yang menang atau tim tamu Barito Putera merebut tiga poin?
Nah, cukup menarik untuk disaksikan duel penuh gengsi antara PSIS Semarang pada pertandingan Minggu (5/4) sore. (ful/KPO-3)















