Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Rektor UNISKA MAB Banjarmasin Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Target Cetak Lebih Banyak Profesor

×

Rektor UNISKA MAB Banjarmasin Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Target Cetak Lebih Banyak Profesor

Sebarkan artikel ini
IMG 20260403 WA00391
Rektor UNISKA MAB, Prof Dr H Mohammad Zainul, SE, MM saat dikukuhkan menjadi Guru Besar.

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin kembali menambah deretan guru besar.

Rektor UNISKA MAB, Prof Dr H Mohammad Zainul, SE, MM resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Auditorium MAB lantai 4, Kamis (2/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof Zainul mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya. Ia menegaskan, gelar Guru Besar bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar untuk mendorong lahirnya lebih banyak profesor di lingkungan UNISKA.

Kalimantan Post

Menurutnya, pihak kampus secara konsisten mengalokasikan Anggaran Pembinaan dan Pengembangan Unit/Universitas (APBU) guna mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga publikasi jurnal internasional.

“Upaya ini kami lakukan agar dosen-dosen dapat memenuhi syarat menuju Guru Besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jabatan Guru Besar merupakan puncak karier akademik seorang dosen, khususnya bagi mereka yang telah bergelar doktor dan memiliki jabatan Lektor Kepala.

“Secara tahapan sudah sangat dekat, tinggal bagaimana memenuhi persyaratan khusus. Kendala terbesar umumnya ada pada publikasi jurnal internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan, Drs H Budiman Mustafa Ideham menyebutkan, pengukuhan ini menjadi yang ke-17 di lingkungan UNISKA.

Ia mengungkapkan, masih ada puluhan dosen yang berpotensi menyusul meraih jabatan akademik tertinggi tersebut.

“Tercatat ada 21 dosen bergelar doktor dengan jabatan Lektor Kepala yang berpeluang menjadi Guru Besar. Insyaallah tahun ini akan ada tambahan lagi,” ujarnya.

Budiman menambahkan, yayasan terus mendorong peningkatan kualitas dosen melalui pemenuhan syarat akademik, seperti perolehan angka kredit minimal 850 poin serta kewajiban publikasi jurnal internasional.

“Menjadi Guru Besar tidak mudah. Saat ini minimal harus memiliki dua publikasi jurnal internasional, berbeda dengan sebelumnya yang cukup satu,” jelasnya.(fin).

Baca Juga :  Reses Anggota DPRD Fraksi Gerindra M Isnaini Sebut Warga Sungai Andai Keluhkan Fasum Dicaplok, Sampah hingga Kebutuhan Sekolah

Iklan
Iklan