Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Sampah Meluber, DLH Akui TPA Banjarbakula Kewalahan

×

Sampah Meluber, DLH Akui TPA Banjarbakula Kewalahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260405 WA0033 e1775380760701

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Persoalan sampah di Kota Banjarmasin kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, tumpukan sampah terlihat menggunung hingga meluber di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kawasan Dharma Praja, Banjarmasin Timur.

Kondisi tersebut memicu keluhan warga sekitar. Selain mengganggu pemandangan, bau tak sedap yang ditimbulkan juga mulai dirasakan, terutama saat siang hari.

Kalimantan Post

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menjelaskan persoalan ini tidak lepas dari keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarbakula.

Menurutnya, TPA tersebut saat ini hanya mampu menerima sekitar 200 ton sampah per hari. Jumlah itu dinilai belum sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan di Kota Banjarmasin.

Kondisi semakin diperparah ketika operasional TPA sempat terganggu akibat alur distribusi yang terhenti saat hari libur. Dampaknya, pengangkutan sampah dari TPS ikut tersendat.

“Begitu TPA tidak beroperasi, sampah tidak bisa dikirim, akibatnya langsung menumpuk di TPS,” ujar Tezar, Jumat (2/3/2026).

Ia menambahkan, ketika distribusi berhenti, penumpukan sampah di TPS menjadi hal yang tidak terhindarkan. Hal ini yang kemudian memicu terjadinya penumpukan di sejumlah titik, termasuk di kawasan Dharma Praja.

Meski demikian, DLH Kota Banjarmasin mengklaim telah mengambil langkah cepat. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan layanan kebersihan tetap berjalan sesuai arahan Wali Kota.

Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup jika tidak dibarengi perubahan perilaku dari masyarakat. DLH menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola sampah dari sumbernya.

Sebagai solusi jangka panjang, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah, khususnya tidak lagi membuang sampah organik ke TPS, melainkan mengelolanya secara mandiri.

“Agar tidak lagi membuang sampah organik ke TPS, melainkan mengelolanya secara mandiri,” kata Tezar.

Baca Juga :  Apel Pagi Dipimpin Sekda, Pemko Banjarmasin Siapkan Penerapan WFH Dua Bulan ke Depan

Selain itu, optimalisasi fasilitas pengolahan sampah juga terus dilakukan. Saat ini terdapat 17 unit TPS3R aktif di Banjarmasin, dengan dua unit tambahan yang masih dalam tahap pengembangan.

Pemerintah kota juga mulai memperkuat fasilitas pendukung seperti rumah pilah dan rumah cacah sampah, sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan di tingkat lokal.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, tingkat pengelolaan sampah di Banjarmasin masih tergolong rendah. Data menunjukkan baru sekitar 21,36 persen sampah yang tertangani dengan baik.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, perlu kesadaran bersama agar tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan