Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Semeru Erupsi Sembilan Kali, Tinggi Letusan hingga 1.000 Meter

×

Semeru Erupsi Sembilan Kali, Tinggi Letusan hingga 1.000 Meter

Sebarkan artikel ini
IMG 20260404 WA0038
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Sabtu (4/4/2026) pagi. (Antara/Repro-PVMBG)

LUMAJANG, Kalimantanpost.com – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tercatat mengalami sembilan kali erupsi dengan tinggi letusan mulai 600 meter hingga 1.000 meter di atas puncak pada Sabtu (4/4/2026).

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Kalimantan Post

“Erupsi dengan letusan tertinggi tercatat pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak yang merupakan erupsi kedelapan,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Sabtu.

Erupsi kesembilan terjadi pada pukul 06.22 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 mdpl.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 141 detik,” tuturnya.

Aktivitas gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu masih didominasi gempa letusan. Berdasarkan catatan jumlah gempa letusan pada Sabtu pukul 00.00-06.00 WIB tercatat mengalami 17 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm, dan lama gempa 56-112 detik.

Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Baca Juga :  Wagub Hasnuryadi Perkuat Kolaborasi dengan Menparekraf, Ekonomi Kreatif Kalsel Digenjot Lebih Kompetitif

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Terutama, sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” katanya. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan