SURABAYA, Kalimantanpost.com – Kunjungan Gubernur Samarkand, Adiz Boboev ke Surabaya untuk bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sekaligus berziarah ke makam Maulana Malik Ibrahim Gresik menciptakan momentum sejarah yang sangat strategis bagi hubungan dua wilayah dengan akar spiritual yang sama. Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Ampel (UINSA), menggambarkan pertemuan ini sebagai jembatan strategis untuk internasionalisasi yang menghubungkan kejayaan intelektual Islam Samarkand dengan pusat dakwah Nusantara di Jawa Timur.
“Samarkand adalah simbol kejayaan intelektual Islam, dan Jawa Timur adalah Bumi Para Wali yang menjadi pusat dakwah Nusantara. Pertemuan ini adalah sinergi antara Scientific Tradition Asia Tengah dengan Religious Authority di Jawa Timur,” ungkap Prof. Husniyatus dalam wawancara eksklusif dengan Kalimantan Post disela kunjungan Gubernur Samarkad ke Jawa Timur (5/4).
Kerja sama ini membawa dampak signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia unggul di Jawa Timur, khususnya bagi perguruan tinggi seperti UINSA. Prof. Husniyatus menekankan bahwa kerja sama ini membuka peluang konkret untuk joint research dan student exchange yang spesifik dalam studi peradaban dan sains Islam.
“Kami tidak hanya ingin mahasiswa tahu sejarah saja, tapi juga mampu merekonstruksi kejayaan peradaban tersebut dalam konteks modern. Secara makro, ini akan meningkatkan daya saing Jawa Timur di mata dunia sebagai destinasi pendidikan Islam yang moderat dan berkemajuan,” jelasnya.
Terlebih dengan status Samarkand sebagai World Heritage UNESCO sebagai ibu kota peradaban Islam dunia, Prof. Husniyatus melihat peluang emas untuk melakukan branding religi global bagi Jawa Timur. Ia menyoroti kesamaan antara Imam Al-Bukhari dari Samarkand dengan peninggalan luhur Wali Songo di Jawa Timur.
“Samarkand memiliki sejarah emas dalam bidang matematika, astronomi, dan hadis, yang menjadi inspirasi bagi model integrasi Twin Towers yang kami kembangkan di UINSA. Dengan status Samarkand sebagai World Heritage UNESCO, saya membayangkan Jawa Timur dan Samarkand menjadi koridor wisata religi dan akademik dunia,” tambahnya.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menciptakan model integrasi keilmuan yang dapat menjadi contoh bagi dunia Islam global dalam menghadapi tantangan modern.(rfz/KPO-1)!















