BANJARMASIN, Kalimantanpost.com — Keluhan warga terkait perubahan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) mendominasi dialog dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Banjarmasin, Rahman Nanang Riduan, di RT 20 RW 02 Kelurahan Pekauman, Kamis, (02/04/2026).
Warga mempertanyakan alasan nama mereka tidak lagi tercantum dalam DTKS terbaru.
Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada terhentinya bantuan sosial serta akses layanan kesehatan melalui BPJS gratis bagi warga kurang mampu, ucap politisi PKB Kalsel.
“Pertanyaan ini berulang-ulang muncul. Warga ingin tahu kenapa mereka tidak lagi masuk DTKS, karena berkaitan dengan bansos dan BPJS gratis,” ujar Rahman.
Untuk menjawab keresahan tersebut, Rahman menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta Dinas PUPR dalam forum reses.
Ia memastikan seluruh keluhan yang berkaitan dengan DTKS dan BPJS akan ditindaklanjuti dan dikawal melalui Dinas Sosial, katanya.
Selain persoalan data sosial, warga juga menyampaikan aspirasi terkait fasilitas umum, khususnya kondisi jalan dan gang yang belum tersentuh perbaikan. Seluruh usulan telah dicatat dalam lembar aspirasi resmi.
Rahman menjelaskan, dalam setiap titik reses ia mengundang sedikitnya 300 warga, terdiri dari ketua RT, RW, serta perwakilan masyarakat dari sejumlah wilayah. Meski lokasi kegiatan tetap, peserta yang diundang berbeda pada setiap sesi.
Usai kegiatan di Pekauman, Rahman melanjutkan reses di kawasan Mujirin pada sore hari. Kegiatan serupa juga dijadwalkan kembali keesokan harinya dengan melibatkan warga dari kelurahan lainnya.(nau/KPO-1)















