BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sejak tiga tahun terakhir, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah secara konsisten membuka layanan pengiriman obat ke rumah pasien di sekitaran wilayah Kota Banjarmasin.
Layanan ini sendiri tercetus karena seringnya terjadi antrian panjang, bahkan sampai mengular untuk pengambilan resep obat di RSUD Sultan Suriansyah.
“Untuk memecah panjangnya antrian, kami pihak rumah sakit bekerja sama dengan JNE untuk melakukan pengantaran obat kepada pasien,” ucap Direktur Utama (Dirut) RSUD Sultan Suriansyah, Fajar Sukma Nan Agung, Sabtu (6/6/2026).
Fajar menuturkan, untuk jasa pengiriman ini dikenakan biaya cukup murah hanya Rp15 ribu dalam sekali antar untuk area wilayah Kota Seribu Sungai dengan kurun waktu kurang lebih 24 jam.
Layanan yang dilaunching pada 2024 itu merupakan kali pertama di rumah sakit yang ada di Kota Banjarmasin saat itu. Dimana RSUD Sultan Suriansyah menjadi pelopor bagi rumah sakit lainnya.
“Inovasi kami ini akhirnya diikuti rumah sakit lainnya. Tentu ini suatu kebanggaan,” ujar Fajar.
Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan rumah sakit sendiri lanjutnya, merupakan bagian komitmen serius pihaknya selama ini.
Terlebih, usia RSUD Sultan Suriansyah yang baru menginjak usia enam tahun. Tentunya harus menunjukan perfoma bagus dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat kota khususnya.
“Kita berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang nyaman bagi masyarakat. Sebelumnya, kami juga membuat anjungan untuk antrian poli agar tidak membludak yang dibantu satpam dan petugas kita,” tuturnya.
Mengingat kunjungan pasien mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tentunya hal tersebut telah menunjukan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tersebut.
“Setiap hari itu kunjungan rumah sakit mencapai 400 orang. Baik yang rawat inap, rawat jalan atau hanya pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya. (ham/KPO-4)















