Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Mampu Melampaui Peran Administrator Kampus, Pemimpin Transformasi

×

Mampu Melampaui Peran Administrator Kampus, Pemimpin Transformasi

Sebarkan artikel ini
kammi
Foto Ilustrasi KAMMI. (net)

Banjarmasin, KP – Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bukan sekadar pergantian kepemimpinan administratif.

Momentum ini adalah penentuan arah masa depan ULM di tengah perubahan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, digital, dan berbasis inovasi.

Kalimantan Post

“Kehadiran empat bakal calon rektor menunjukkan bahwa ULM memiliki sumber daya akademik yang berkualitas.

Masing-masing tentu memiliki pengalaman, rekam jejak, dan gagasan yang patut dihargai.

Namun, kontestasi ini seharusnya tidak berhenti pada popularitas, senioritas, atau kedekatan dengan kelompok tertentu.

Yang dibutuhkan adalah adu gagasan, adu integritas, dan adu kapasitas kepemimpinan,” kata Dr. Muhamad Pazri, SH, MH, Rabu (1/7).

Menurut Muhamad Pazri, yang juga Direktur Borneo Law Firm/ Ketua Yayasan Edukasi Hukum Indonesia (YEHI) dan Pendiri LBH Borneo Nusantara, Rektor ULM periode 2026–2030 harus mampu melampaui peran sebagai administrator kampus.

Ia harus menjadi pemimpin transformasi yang mampu memperkuat budaya akademik, menjaga independensi perguruan tinggi, meningkatkan kualitas riset yang berdampak, memperluas jejaring internasional, serta membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Di era persaingan global, reputasi universitas tidak dibangun oleh seremoni, tetapikatanya oleh kualitas lulusan, produktivitas riset, inovasi, tata kelola yang bersih, serta keberanian mengambil keputusan strategis.

Karena itu, civitas akademika berhak mengetahui visi yang konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan dari setiap calon.

Harapan besar juga tertuju kepada Senat Universitas agar menjaga proses pemilihan tetap objektif, transparan, dan berlandaskan meritokrasi.

Legitimasi seorang rektor tidak hanya lahir dari kemenangan dalam pemilihan, tetapi juga dari kepercayaan bahwa prosesnya berlangsung adil dan bermartabat.

Siapa pun yang kelak dipercaya memimpin Universitas Lambung Mangkurat harus memahami bahwa jabatan rektor bukanlah sekadar puncak karier akademik.

Baca Juga :  Pansus I DPRD Kalsel Dalami Revisi Perda Pajak dan Retribusi, Soroti Potensi Kebocoran PAD dari Aset Daerah

Melainkan amanah untuk menentukan arah peradaban kampus.

Seorang rektor dituntut mampu menyatukan seluruh kekuatan intelektual, membangun budaya akademik yang berintegritas, berani melakukan transformasi dan meninggalkan warisan berupa sistem, prestasi serta reputasi institusi yang tetap kokoh jauh setelah masa jabatannya berakhir.

“Universitas besar hanya akan lahir dari kepemimpinan yang besar.

Dan kepemimpinan yang besar selalu dimulai dari integritas, visi, serta keberanian membawa perubahan,” tutup Dr. Muhamad Pazri, S.H., M.H. (K-2)

Iklan
Iklan