TASHKENT, Kalimantanpost.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Uzbekistan berlangsung penuh khidmat dan sarat nuansa kebangsaan serta religi. Selain upacara bendera di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tashkent, semarak kemerdekaan juga diwarnai kegiatan khatam 30 juz Al-Qur’an di Kompleks Imam Bukhari, Samarkand.
Upacara peringatan HUT RI di KBRI Tashkent dipimpin Duta Besar RI untuk Uzbekistan, Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 persen warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan merantau di Uzbekistan dan Kyrgyzstan.
Mengenakan busana tradisional Indonesia, para WNI mengikuti upacara dengan penuh semangat kebangsaan. Suasana haru terasa ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi yang kembali mengingatkan peserta pada perjuangan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.
Semarak HUT RI tahun ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nuansa spiritual turut dihadirkan melalui khatmil Qur’an dengan pembacaan 30 juz Al-Qur’an yang dilaksanakan di hadapan makam Imam Bukhari di Samarkand.
Kegiatan tersebut diinisiasi Dr. Samsul Ariyadi, dosen sekaligus Pimpinan Pascasarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.
Khatmil Qur’an di Kompleks Imam Bukhari menjadi momen istimewa dalam rangkaian peringatan kemerdekaan Indonesia di Uzbekistan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dan doa bagi keselamatan serta kebaikan bangsa.
“Ini adalah bentuk syukur kita atas kemerdekaan, bentuk keprihatinan kita terhadap duka musibah gempa yang terjadi di Labuan Bajo dan NTT, sekaligus doa khusus bagi Bapak Proklamator RI Soekarno-Hatta yang juga berjasa dalam penemuan kembali makam Imam Bukhari,” ujar Dr. Samsul Ariyadi.
Menurutnya, pelaksanaan khatmil Qur’an di kompleks Imam Bukhari memberikan makna tersendiri bagi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Nilai kebangsaan dan spiritual dipadukan dalam satu rangkaian kegiatan sebagai bentuk doa dan refleksi bagi perjalanan bangsa.(Rzf/KPO-1)
Dubes RI untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih di Tashkent, Uzbekistan. Kalimantanpost.com – Foto/Rofi















