Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hulu Sungai Selatan

Bupati Canangkan Kampung Cabai di Desa Madang

×

Bupati Canangkan Kampung Cabai di Desa Madang

Sebarkan artikel ini
hal 12 HSS 1 3 klm 1
PENCANANGAN - Kampung Cabai di lahan perbukitan Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS. (KP/Ist)

Kandangan, KP – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry didampingi Wakil Bupati Syamsuri Arsyad, mencanangkan “Kampung Cabai”, Selasa (2/11/2021) pada lahan perbukitan seluas 12 hektare di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung.

Pencanangan ditandai pemotongan pita, penanaman bibit cabai, sekaligus meresmikan embung yang dibuatkan Pemkab HSS.

Kalimantan Post

Kampung Cabai yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Hidup Makmur itu, diharapkan menjadikan Desa Madang sebagai sentra produksi cabai di Kabupaten HSS.

Bupati HSS Achmad Fikry mengaku bersyukur, atas pencanangan Kampung Cabai di Desa Madang tersebut.

Ia berharap, hal itu bisa meningkatkan penghasilan para petani. “Kalau petani sejahtera, maka sejahteralah masyarakat Hulu Sungai Selatan. Karena 89 persen pendapatan, dari petani yang dalam arti luas,” ujarnya.

Bupati Achmad Fikry berharap, petani bisa mengolah hasil pertanian menjadi sebuah produk olahan. Hal itu bisa menjadi alternatif, jika harga jual hasil pertanian saat itu murah.

Untuk itu, Bupati meminta dinas terkait memberikan pendampingan dalam pengolahan hasil pertanian.

Ia mengatakan, pemerintah telah menyediakan embung dan bantuan bagi petani Kampung Cabai Desa Madang. Tugas selanjutnya yaitu mendorong para petani, dan memberikan strategi agar jangan sampai ada keluhan terkait harga jual.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSS Muhammad Noor menerangkan, pihaknya melakukan pendampingan dari hulu hingga hilir bagi Poktan di Kampung Cabai.

Dinas Pertanian HSS sebutnya, menyerahkan bantuan berupa benih cabai 120 bungkus, mulsa plastik sebanyak 80 rol, pupuk infekta 3000 kilogram, pupuk organik 1000 liter, infektisida 22,5 liter, dan fungisida sebanyak 5 liter.

“Kita harapkan nantinya dengan adanya fasilitas bantuan yang terintergrasi dari hulu sampai hilir ini, pada saat harga anjlok petani bisa mengolah hasil usaha taninya berupa bahan-bahan olahan sendiri sehingga petani tidak mengalami kerugian,” tuturnya.

Baca Juga :  Pergelaran Teater dalam Ramu Art Festival

Sedangkan pembangunan embung, untuk menyediakan air untuk pemeliharaan budidaya, agar petani tidak lagi tergantung dengan musim, dan dapat bertani sepanjang tahun. (tor/K-6)

Iklan
Iklan