Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Ini Tanggapan Ketua Forsiladi Kalsel Terhadap Usulan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

×

Ini Tanggapan Ketua Forsiladi Kalsel Terhadap Usulan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Sebarkan artikel ini
IMG 20211123 WA0046 scaled
Dr Jarkawi

Banjarmasin, KP – Nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sangat familiar di kalangan warga kalsel atau yang juga disebut Datuk Kelampayan.Beliau adalah salah satu Ulama tersohor di ditanah Banjar.

Kalimantan Post

Bahkan kitab-kitabnya dipergunakan diberbagai negara baik bai sebagai bidang pendidikan maupun sebagai acuan dasar agama terutama hukum fiqihnya. Dan sangatlah bagus jika beliau diajukannya sebagai pahlawan.

Dan dislah satu perguruan Tinggi Swasta menggunakan nama beliau yakni Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al banjari.

Pengamat pendidikan Dr Jarkawi mengatakan, sangat mendukung gelar apa yang diusulkan tersebut. Apa yang diberikan menjadi inspirasi tak hanya didunia pendidikan namun sebagai aturan dalam kehidupan masyarakat.

“Banyak kitab yang beliau buat sebagai pembelajaran ditengah masyarakat,” katanya,”Sabtu (20/11/2021)

Bahkan jika dilihat berdasarkan Undang-undang nomer 20 tahun 2009, pasal 25 dan 26, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary memiliki syarat untuk menjadi Pahlawan Nasional.

Misal dalam Pasal 25 menyebutkan ada 5 syarat, yaitu Warga Negara Indonesia; Integritas, Moralitas dan Keteladanan; Setia Pada Bangsa Indoensia; Tidak Pernah Berkhianat dan Tidak Pernah Terpidana (Terpenjara).

Sedangkan Pasal 26, salah satunya mendukung bahwa untuk menjadi Pahlawan Nasional harus memiliki Karya Besar yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan Meningkatkan harkat dan Marbat Bangsa.

“Sementara kalau kita melihat, hasil karya Beliau luar biasa. Tidak saja dimanfaatkan oleh Masyarakat Regional Kalimantan, tetapi juga hampri Mancanegara,”ucapnya.

Lanjur Jarkawi, beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia, salah satu diantaranya adalah International Islamic University. Ternyata di sana untuk Mata Kuliah-mata kuliah yang bernuansa KeAgamaan, terutama Agama Islam, justru karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary dijadikan sebagai refrensi utama.

“Tentunya ini sangat luar biasa,” ucap Jarkawi yang juga sebagai Ketua Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Prov kalsel.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, TPID Banjarmasin Pantau Harga dan Siapkan 16 Ribu Paket Pasar Murah

Sebagai Urang Banua sangat bangga nama beliau menjadi deretan sebagai pahlawan Nasional.
Beberapa waktu lalu kami pernah membuat sebuat buku berjudul ‘Beyond Imagination’ dimana pemikiran pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Albanjari dituangkan kedalam tulisan.

Dan menggali pembelajaran dan pemahaman yang dibeikan oleh beliau terhadap masyarakat dizman kesultanan Banjar tersebut.

“Dalam kajian itu sangat luar biasa pemahaman yang diciptakan oleh beliau bahkan masih digunakan di sejumlah negara seperti Maroko, Thailan dan sebagainnya,”tambah Jarkawi
Dosen Senior Uniska ini juga mengatakan, pembelajaran di Kampus menerapkan ada beberapa mata kuliah refrensi utamanya adalah karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary.

“Saya berharap orang mengetahui sosok Ulama besar dan kharismatiktak hanya uniska tapi juga masyarakat pada umumnnya,”pungkasnya. (fin/KPO-1)

Iklan
Iklan