Banjarmasin, KP – Banjir rob atau kenaikan permukaan air akibat fase pasang tinggi yang terjadi di Kota Banjarmasin tadi malam ternyata berdampak kepada hapur seluruh wilayah di Kuta Banjarmasin.
Hal itu dibeberkan oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (6/11) siang.
Menurutnya, lokasi banjir rob yang terjadi tadi malam tersebar di 17 titik yang tersebar di empat kecamatan.
Benar saja, dari pemantauan yang dilakukan pihaknya mulai 19.30 Wita Minggu (5/12) tadi malam, terdata bahwa luapan air sungai merendam wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Barat, Banjarmasin Tengah dan Sebagian wilayah Banjarmasin Utara.
Di wilayah Banjarmasin Barat, seperti Jalan Jafri Zam-zam, Kelurahan Belitung Selatan. Jalan Pembangunan Ujung, Kelurahan Kuin Cerucuk. Jalan Kuin, Kelurahan Kuin Selatan. Terjadi genangan banjir rob dengan ketinggian air berkisar 30-40 cm.
Ketinggian air yang sama juga terjadi di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Belitung Selatan. Jalan Sutoyo S Gang 20, Kelurahan Teluk Dalam. Jalan Belitung Gang Tunas Baru, Kelurahan Belitung Selatan. Dan Jalan Teluk Tiram, Kelurahan Teluk Tiram. Serta Jalan Rawasari.
Namun, di Jalan Simpang Anem, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat ketinggian air berkisar 30-50 Cm.
Dan di Jalan Antasan Kecil Barat (Kampung Arab), Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah juga tergenang banjir rob dengan kisaran ketinggian 20-30 Cm.
Kemudian, di wilayah Banjarmasin Tengah seperti Komplek Citra Sari, Kelurahan Teluk Dalam. Setinggi 30 sampai 40 Cm.
Lalu, di wilayah Banjarmasin Selatan, Jalan 9 Oktober, Kelurahan Pekauman, ketinggian air 30-40 Cm.
Di Jalan Kelayan B, Kelurahan Kelayan Timur, Kecamatan Banjarmasin Selatan dengan ketinggian air berkisar 20-30 Cm.
Dan wilayah terparah di bagian selatan Banjarmasin ada di Jalan Keramat (Kubah Basirih), Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dengan ketinggian air 30-50 Cm.
Lalu di bagian Banjarmasin Utara, banjir rob terjadi di Jalan Pangeran, Kelurahan Pangeran dan Jalan Sungai Jingah, Kelurahan Sungai Jingah dengan ketinggian air 30-40 cm
Sedangkan di Jalan Bigjend Hasan Basri Komplek Kejaksaan dan Komplek Kidaung, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara Ketinggian air berkisar 20-30 Cm.
Terakhir di Jalan Sungai Miai, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara mengalami banjir rob setinggi 30-50 Cm.
Disamping itu, pihaknya memprediksi bahwa banjir rob yang terjadi tadi malam masih bakal berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Pasalnya, berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) anomali cuaca terjadi sejak tanggal 3 hingga 9 Desember mendatang.
“Itu, berpengaruh dengan terjadinya banjir rob yang meninggi. Contoh, pada Minggu (5/12) malam, ketinggian pasang air laut 2,3 meter. Senin malam jadi 2,5 meter,” jelasnya.
Meski banjir rob melanda, Fahruraji menegaskan bahwa genangan air tidak berlangsung lama. Hanya berkisar dua hingga tiga jam saja.
“Bila masih terendam artinya ada yang tidak beres dengan saluran pembuangan atau drainase di kawasan itu,” tambahnya.
Disinggung apakah sudah layak untuk dijadikan acuan membangun dapur umum, hingga tempat pengungsian? Terkait hal itu Fahruraji menyatakan belum.
“Berbeda halnya bila banjir terus meningkat. Jadi sangat tergantung seberapa parah kondisi di lapangan,” tekannya.
Di sisi lain, kendati hanya banjir rob, setidaknya ada sejumlah warga yang sudah minta dievakuasi. BPBD Kota Banjarmasin mencatat, yang dievakuasi setidaknya berjumlah tiga orang.
“Yang alamatnya di Jalan Sidomulyo, Jalan Cendrawasih dan di Belitung Darat. Semuanya di Kecamatan Banjarmasin Barat. Tiga orang warga itu minta dievakuasi ke rumah keluarganya,” ungkapnya.
“Jadi, meski belum membangun tempat pengungsian, kalau ada warga yang minta dievakuasi akan langsung kami evakuasi,” tutupnya.
Sementara itu, di sisi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin pun masih menunggu instruksi BPBD dan perkembangan situasi di lapangan untuk melakukan pergerakan.
“Bila naik status jadi darurat bencana, kami akan langsung bergerak. Saat itu nantinya, dapur umum dan tempat pengungsian bakal dibangun. Kemudian, bantuan logistik pun akan disalurkan,” ungkap Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto, kemarin (6/12).
“Awal tahun tadi, penyaluran bantuan logistik paling banyak itu ke Kecamatan Banjarmasin Timur. Karena kawasan itu yang paling parah terdampak,” tambahnya.
Lebih jauh, berkaca pada banjir yang melanda di awal tahun tadi, Iwan memastikan bahwa stok logistik yang ada pada pihaknya sangatlah cukup.
“Ada dua gudang logistik yang kita miliki. Yakni di Gang 20 di Jalan Soetoyo S dan di Rumah Singgah di Jalan Gubernur Soebarjo,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)















