Oleh : Melda
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Universitas Sari Mulia
Melihat perubahan tulisan seperti di Instagram dan WhatsApp yang berubah? Perubahan yang terjadi pada raksasa platform digital merupakan strategi rebranding yang dilakukan oleh perusahaan teknologi media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg yang mana perubahan itu berasal dari Facebook yang sekarang bertranformasi menjadi Meta dan akan melakukan perubahan yang sangat signifikan di dalam catatan perubahan sejarah dunia dengan melakukan suatu hal yang dianggap sulit di jangkau bagi orang awam dengan membuat dunia baru yang menyatukan antara dunia fisik dan dunia virtual yang akan terasa sangat nyata tanpa dinding pembatas pada keduanya.
Meta sendiri merupakan kata yang di adopsi dari kata Metaverse yang berhasil membuat sebuah perubahan dengan meyatupadukan dua teknologi yang sangat mutakhir pada abad ini, yaitu dengan Blockchain dan kecerdasan buatan atau yang sering di sebut dengan Artifical Intelligence dan dengan adanya teknologi yang saling berkolaborasi dapat menjadikan dunia virtual yang dapat mengkoneksikan satu individu dengan individu yang lainnya didalam dunia yang benar-benar baru yang akan sangat terasa asing namun sangat menakjubkan pada masa yang akan datang.
Pada satu dekade ke depan mungkin orang akan bertransformasi dan akan menghabiskan waktunya pada versi internet 3D yang tidak hanya terpaku kepada perangkat keras Meta seperti Quest saja. Para tokoh teknologi The Verge menyebutkan bahwa kedepannya pengguna teknologi akan mucul pada suatu ruang virtual sebagai avatar bertubuh penuh atau cukup berdiam diri menjadi hologram di dalam ruang tamu dunia nyata dan dapat menikmati semua kegiatan seperti nyata.
Perubahan globalisasi dunia yang saat ini tidak henti-hentinya selalu melakukan perubahan yang sangat signifkan bagi dunia adalah hal yang saat ini di lakukan oleh para tokoh teknologi dengan bersaing untuk membuat suatu produk yang dapat di kembanglan secara luas dan tentunya memiliki keunggulan luar biasa dibandingkan yang lainnya.
Mengapa banyak sekali perusahaan tertarik untuk membangun sebuah Metaverse? Karena Metaverse bisa menjadi platform baru dan juga merupakan salah satu peluang besar dengan inkam yang akan di dapatkan juga sangat besar. Dan sekarang merupakan waktu yang sangat tepat untuk memulai suatu perubahan global ini.
Faktor lainnya, karena beberapa perusahaan sudah menguasai fundamental, brand, dan teknologi untuk membangun sebuah Metaverse. Mulai dari Roblox, Google, hingga Facebook.
Bahkan sekarang sudah ada beberapa perusahaan yang sedang membangun Metaverse seperti Google.
CEO Google Sundar Pichai mendefinisikan Metaverse sebagai evolusi komputasi dengan cara yang imersif menggunakan realitas bertambah (augmented reality). Dan juga mereka sendiri sudah memiliki beberapa keunggulan seperti halnya Google sudah punya fundamental untuk membuat Metaverse lewat produk Google Glass. Bahkan mereka sudah mengupgreat diri pada November 2021 dengan mengembakan perangkat VR dan AR baru lewat Project Starline.
Bahkan hal sangat tidak terduga bahwasanya Metaverse juga memfasilitasi pengguna dengan adanya suatu investassi yang bersifat aset-aset digital yang biasanya investasi bersifat fisik seperti tanah, properti, hingga saham dan hal ini sungguh tidak pernah terbanyakan bagi kita bukan? Tetapi jangan kaget, aset digital tersebut termasuk properti dan lahan virtual yang nantinya bisa dijual kembali. Mata uang yang digunakan juga bukan mata uang sembarangan. Metaverse ke depannya akan menggunakan mata uang kripto sebagai alat tukar maupun kendaraan investasi.
Terkait dengan token kripto yang bakal banyak diadopsi dalam Metaverse, para investor harus bisa memahami dan mengendalikan situasi seperti keuntungan yang akan di dapatkan dengan adanya Metaverse ini. Dan harus di ketahui bahwasanya ada tiga koin kripto yang kemudian di beri nama sebagai Meta Coin seperti Axie Infinity (AXS) yang mana merupakan sebuah game NFT yang dikembangkan oleh perusahaan asal Vietnam bernama Sky Mavis pada 2018. Dan jika memenangkan dari adventure maupun battle akan dihadiahi sejumlah koin kripto yang bernama Smooth Love Potion (SLP). Dan hal itulah yang menjadi sebuah karakter dan dapat di jual kembali dengan harga yang lebih tinggi jika breeding memberikan trait yang disukai pasar serta langka. Ada juga Omnium Space (CUBE) yang dikutip situs resmi Nasdaq, Somnium Space adalah platform Virtual Reality (VR) yang sifatnya terbuka untuk umum (open source) disini seseorang dapat membeli berbagai aset digital seperti properti digital, tanah digital, NFT dan aset lainnya, dan terakhir ada D
ecentraland (MANA) yang merupakan proyek yang masih berada dalam ekosistem Ethereum yang mana pihak investor membeli sepetak tanah atau lahan sebagai investasi dan kemudian dijadikan sebuah musium ataupun galeri seni virtual yang akan di pamerkan dan aset-aset berupa karya seni berbasis NFT. setiap pengunjung yang datang akan diminta untuk membayar dan di situlah mereka mendapatkan sebuah penghasilan.
Sekarang banyak orang yang berbicara mengenai dan membayangkan betapa menakjubkannya dunia baru virtual yang seakan nyata dimana semua aktivitas dilakukan secara virtual baik itu saat bermain dengan teman, mengunjungi tempat tertentu, bahkan membeli barang dan jasa layaknya berada di dunia nyata.
Akan lebih baik jika kita sebagai orang yang melek akan teknologi menjadikan tranformasi perubahan berskala besar ini sebagai suatu solusi yang sangat efektif, tetapi kita juga harus tetap kritis dan berjarak yang artinya kita cukup memanfaatkan teknologi sesuai dengan apa yang dibutuhkan, sehingga tidak menjadikan teknologi itu yang mengendalikan hidup kita maka manusia tetaplah memiliki kendali terhadap teknologi.
Walaupun Metaverse masih dalam imajinasi para pengusaha visioner seperti Mark Zuckerberg dan teman-temannya namun apabila hal ini terwujud maka akan berpotensi mengubah tatanan dalam menjalani kehidupan baik itu bersosialisai, bekerja, berbisnis, dan semua hal lainnya termasuk bagaimana kapitalisme bekerja. Metaverse merupakan dunia virtual yang memiliki tiga dimensi dan jaringan yang luas sehimgga dapat bekerja secara real-time dan persisten dan juga memiliki kesinambungan identitas, objek, sejarah pembayaran dan hak yang mana dunia itu dialami secara serempak oleh jumlah pengguna yang tidak terbatas.
Dengan adanya Metaverse kita dapat memainkan sebuah avatar yang diciptakan untuk hidup dan berinteraksi dengan avatar lainnya di dalam sebuah dunia virtual di mainkan menggunakan sebuah perangkat VR yang akan membuat pengguna merasa benar-benar berada dalam situasi dan keadaan tersebut.
Namun terlepas dari hal tersebut kita mestilah dapat melek dan siap beradaptasi pada perubahan dunia dan teknologi yang semakin canggih, tetapi harus tetap menyeimbangkan diri kita sebagai manusia dan terhadap teknologi karena sesungguhnya kecanggihan teknologi adalah hasil inovasi, kerja keras, dan kreativitas manusia.













