Hilangnya penutup lubang gorong-gorong tersebut, diduga karena dicuri
BANJARMASIN, KP – Pencurian besi penutup lubang gorong-gorong dengan logo Dinas PUPR Kota Banjarmasin di kawasan Kuin Selatan RT 08 Banjarmasin Barat, marak terjadi. Namun hingga kini kasus tersebut belum dilaporkan ke polisi.
Kapolsekta Banjarmasin Barat Kompol Faisal Rahman SIk, melalui Kanit Reskrim, Ipda Hendra Agustian Ginting, saat dikonfirmasi soal pencurian ini bahwa belum ada laporan dari pihak terkait.
“Sampai sekarang belum ada laporan masuk,” katanya, Selasa (18/1).
Diketahui pencurian penutup drainase tersebut membuat masyarakat resah, pasalnya sering terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan tunggal di kawasan tersebut.
Salah satu warga setempat Risnah (40), mengungkapkan, hilangnya penutup sudah terjadi dari sebulan yang lalu dengan waktu berbeda-beda. “Ada yang dari sebulan lalu, ada seminggu lalu hilangnya itu,” bebernya.
Hilangnya penutup lubang gorong-gorong tersebut, diduga karena dicuri tangan-tangan usil yang tidak bertangguang jawab, pasalnya Risnah pernah mendengar bahkan melihat secara sekilas, para pencuri tutup lubang gorong-gorong sedang melakukan aksinya pada malam hari.
“Sebelumnya saya pernah mendengar suara orang-orang tersebut mengambil tutupnya, waktu itu aksi berikutnya terdengar lagi, lalu saya intip dari jendela kalau mereka sedang melakukan aksinya mengambil tutup gorong-gorong tersebut,” ucapnya.
Ia mengaku tidak berani keluar rumah, karena ada dua orang yang melakukan aksinya pada malam hari.
“Saya perempuan jadi tidak berani keluar, pencurian tutup lubang gorong-gorong tersebut terjadi di waktu berbeda dan juga orang melakukan pencuriannya pun berbeda pula. Ada tengah malam dan ada juga subuh hari,” jelasnya.
Menurut dia, selain merugikan pemerintah kota (Pemko) Banjarmasin, hilangnya tutup lubang tersebut juga meresahkan para warga setempat dan juga para pengendara yang melintas di ruas jalan tersebut.
Pasalnya tidak sedikit para pengendara sepeda motor maupun mobil terperosok ke dalam lubang tersebut, terutama pada malam hari, sudah beberapa kali sudah terjadi kecelakaan, baik motor maupun mobil, bahkan sampai ada yang luka-luka karena terjatuh menghindari dan juga terperosok ke lubang tersebut.
“Apalagi kalau malam hari, lubangnya tidak kelihatan jelas, karena kondisi jalannya yang agak gelap dan juga di tikungan, lampu jalan memang ada, hanya saja tidak terlalu terang, jadi orang yang lewat tidak melihat dengan jelas adanya lubang tersebut, walaupun sudah ditaruh kayu dan ban bekas sebagai tandanya,” sebutnya.
Oleh sebab itu, Risnah berharap, pihak pemko Banjarmasin, bisa menindaklanjuti dan mengganti tutup lubang gorong-gorong yang hilang tersebut.
“Kalau kelamaan kan kasian juga orang yang melintas dijalan ini jadi terganggu, apa lagi ruas jalannya kan sudah kecil, ditambah lagi ada lobang jadi makih susah dan juga bahaya,” pungkasnya. (fik)















