Banjarmasin, KP – Kawasan Kampung Ketupat, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, kini mempunyai ikon baru selain tugu ketupatnya. Yakni siring yang tampil beda dengan motif ketupat di lantainya.
Hal itu dikarenakan adanya upaya dari pemerintah kota untuk mempercantik kawasan yang dikenal sebagai sentra pengrajin ketupat di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.
Selain membenahi lantai siring berikut pagar-pagarnya, Pemko melalui Dinas PUPR Kota Banjarmasin juga meletakan sarana prasarana penunjang di situ.
Seperti misalnya, gazebo, bangku panjang, tugu ketupat, hingga bak sampah. Tak tanggung-tanggung, pembenahannya sendiri menggelontorkan dana yang tidak sedikit. Yakni, sebesar Rp1,2 miliar.
Namun sayang masih ada tangan jahil yang sudah mulai merusak bahkan mencuri beberapa item dari fasilitas umum di siring kampung ketupat tersebut.
Kepala Bidang Sungai di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony mengaku bahwa pihaknya masih mencari formula alias solusi, bagaimana agar kejadian sarana prasarana itu tak lagi dirusak atau hilang dicuri.
“Awal Januari itu, ketika ada bagian bak sampah hilang, kami memilih untuk melepas alias mengamankan yang lainnya. Soalnya, seperti sudah ada bekas congkelan,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Senin (24/1) petang
Seakan hanya bisa bertepuk jidat atas kondisi tersebut sementara ini, pihaknya pun mengaku bingung menyikapinya.
Thony mengatakan, masyarakat ingin kondisi fasilitas publik menjadi baik dan bagus tampilannya, namun malah ada oknum yang memanfaatkan hal itu.
“Karena ada nilai harganya, maka mudah sekali hilang dicuri. Kami masih mencari formulasinya ke depan, agar tidak lagi ada fasilitas publik yang hilang,” tekannya.
“Sementara ini bagian yang ada kami amankan. Dan rencananya akan kami diskusikan ke pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin,” ungkapnya.
Thony mengungkapkan, ada kemungkinan, keberadaan bak sampah itu akan diserahkan ke DLH. Karena yang biasa mengangkut sampah di situ adalah petugas kebersihan.
“Nanti akan kami pikirkan bersama, apakah aluminium lapisan dalam bak sampah itu tetap kami letakan di situ, atau dibuka saja nantinya. Sekaligus berkomunikasi dengan pihak Satpol PP untuk melakukan pengawasan,” ucapnya.
Di sisi lain, dari penuturan warga setempat, M Zaini, kawasan Siring Kampung Ketupat tiap harinya ramai dengan pengunjung. Umumnya, mereka yang datang adalah warga yang hendak berolahraga, atau sekadar bersantai.
Kendati demikian, Zaini mengungkapkan, kawasan itu rupanya juga kerap menjadi tempat remaja luar bertemu kemudian tawuran. Itu, terjadi pada saat akhir pekan.
“Ada juga remaja yang ngelem. Kami di sini sudah sering memberikan teguran. Menjauh hari ini, mereka kembali lagi di lain hari. Heran juga,” ucapnya.”Yang rawan itu biasanya malam Minggu atau saat akhir pekan,” ungkapnya.
“Dengan adanya pos jaga itu, selain untuk menjaga keberadaan fasilitas umum, juga untuk mengatasi adanya remaja ngelem dan lain sebagainya,” tutupnya.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin berjanji akan memantau kawasan tersebut nantinya.
“Kami baru tahu kalau kawasan itu sering menjadi tempat tawuran. Nanti akan kami tindak lanjuti dan berpatroli ke arah situ,” ungkapnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon Senin (24/1) petang.
Terkait pembangunan pos jaga, Muzaiyin mengklaim bahwa di dekat kawasan itu sebenarnya sudah ada pos yang dibangun. Tepatnya, tak jauh dari posisi maskot Patung Bekantan.
“Sekarang ini kami masih melakukan pembenahan di kalangan personel Satpol PP. Tapi, nanti akan kami instruksikan untuk melakukan pemantauan,” janjinya. (Kin/K-3)














