Oleh : Rusdiana, S.Ag
Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 27 Banjarmasin
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahan kanhidup dalam penghidupan manusia yang mengembangkan tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah.
Manusia diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah ia dapatkan agar tidak bingung dalam mengarahkan keberlangsungan hidupnya. Itulah pentingnya seseorang itu harus menjadi orang yang terdidik baik didalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Untuk meningkatkan sumber daya manusia yang sistematis dan terarah dan juga serta dilandasi dengan iman dan ketakwaan. Maka perlu sekali pendidikan Islam yang sistematis, efektif, dan efisien. Itu adalah cara yang tepat untuk mencerdaskan bangsa.
Pendidikan agama Islam dapat merupakan program yang terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam serta diikuti tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.
Guru agama adalah seseorang yang mengajar dan mendidik agama Islam dengan membimbing, menuntun, memberi tauladan dan membantu mengantarkan anak didiknya ke arah kedewasaan jasmani dan rohani. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan agama yang hendak di capai yaitu membimbing anak agar menjadi seorang muslim yang sejati, beriman teguh, beramal sholeh dan berakhlak mulia,serta berguna bagi masyarakat, agama dan Negara.
Peran guru sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kemajuan pendidikan. Setiap pendidikan sangat membutuhkan guru yang kreatif, professional, dan menyenangkan agar siswa nyaman saat proses pembelajaran, karena di setiap pembelajaran siswa harus benar-benar menguasai bahan atau pelajaran-pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Oleh karena itu guru harus bisa mengembangkan sumber belajar, tidak hanya mengandalkan sumber belajar yang sudah ada. Peranan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa sangat besar sekali. Apabila seorang guru tersebut berhasil dalam merencanakan, merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran, maka bisa dikatakan berhasil dalam kinerjanya sebagai seorang guru profesional.
Guru sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian siswa. Salah satu bentuk kepribadian yang sulit ditanamkan kepada siswa adalah perilaku islami. Karakter islami merupakan salah satu dari berbagai karakter yang ada pada diri manusia. Persoalannya adalah seberapa besar seorang pendidik mampu diberi tanggung jawab dalam hal ini.
Perilaku Islami adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. Aktualisasi perilaku dalam kehidupan sekarang ini menjadi sangat penting, terutama dalam memberikan isi dan makna kepada nilai, moral dan norma masyarakat. Apalagi pada masyarakat Indonesia yang sedang dalam masa pancaroba ini. Aktualisasi nilai dilakukan dengan mengartikulasikan nilai-nilai ibadah yang bersifat ritual menjadi aktifitas dan perilaku moral masyarakat sebagai bentuk dari kesalehan sosial.
Perilaku dapat dibentuk dengan empat cara, yakni: penguatan positif, penguatan negatif, hukuman dan permusuhan. Memberikan respon yang menyenangkan setelah reaksi yang dilakukan oleh individu merupakan penguatan positif. Respon posistif ini dapat berupa pujian kepada orang lain yang telah menyelesaikan pekerjaannya, pemberian penghargaan dapat berupa apapun yang menyenangkan. Bila tanggapan disertai dengan penghentian atau penarikan kembali sesuatu yang tidak menyenangkan disebut dengan penguatan negatif. Penguatan baik positif maupun negatif memiliki kekuatan yang mengesankan sebagai alat pembentuk perilaku.
Menurut ajaran Islam pendidikan agama adalah perintah Tuhan dan merupakan perwujudan ibadah kepada-Nya. Guru juga berperan penting dalam pengembangan perilaku islami siswanya. Sikap religius yang dapat difahami sebagai tindakan yang didasari oleh dasar kepercayaan terhadap nilai nilai kebenaran yang diyakininya. Kesadaran ini muncul dari produk pemikiran secara teratur, mendalam dan penuh penghayatan.
Jika dilihat dari perpaduan antara iman, ibadah, pengetahuan dan akhlak, maka perilaku Islami seorang muslim dapat dikategorikan menjadi tiga komponen antara lain : pertama, perilaku Islami terhadap Allah SWT, Sifat hubungan antara manusia dengan Allah SWT dalam ajaran Islam bersifat timbal-balik, yaitu bahwa manusia melakukan hubungan dengan Tuhan dan Tuhan juga melakukan hubungan dengan manusia. Tujuan hubungan manusia dengan Allah adalah dalam rangka pengabdian atau ibadah. Dengan kata lain, tugas manusia di dunia ini adalah beribadah.
Kedua, perilaku Islami terhadap sesama manusia. Pada hakikatnya, tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri tanpa berhubungan dengan orang lain. Manusia memiliki naluri untuk hidup berkelompok dan berinteraksi dengan orang lain. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengahtengah manusia. Selain saling mengenal, manusia juga sangat dianjurkan agar dapat menjalin hubungan yang baik antar sesamanya.
Ketiga, perilaku Islami terhadap alam, adalah bahwa bagaimana seorang muslim berbuat terhadap alam. Yang dimaksud alam di sini adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik hewan, tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda tak bernyawa. Alam harus diperlakukan dengan baik dengan selalu menjaga, merawat dan melestarikannya karena secara etika hal ini merupakan hak dan kewajiban suatu masyarakat serta merupakan nilai yang mutlak adanya. Berperilaku Islami terhadap alam adalah menjalin dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan alam sekitarnya. Pada intinya, etika Islam terhadap alam semesta mengajarkan perintah yaitu jangan membuat kerusakan di muka bumi. Perintah ini mempunyai arti yang cukup luas mulai dari menjaga kebersihan bumi, tidak bersikap sewenang-wenang terhadap alam, tidak mengeksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan sendiri, dan himbauan untuk memperbaiki kembali sumber daya alam yang telah rusak oleh ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku islami, kita perlu menanamkan budaya berislami yaitu suasana yang bernuansa Islami, seperti adanya sistem absensi dalam jamaah shalat dzuhur, perintah untuk membaca kitab suci setiap akan memulai pelajaran, dan sebagainya, yang biasa diciptakan untuk menginternalisasikan nilai-nilai islami ke dalam diri peserta didik. Namun, budaya Islami adalah suasana religius yang telah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Upaya yang dilakukan Guru pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan perilaku Islami pada siswa yaitu memberikan keteladanan bagi siswa seperti selalu berusaha membimbing untuk berperilaku baik mengingatkan ketika mereka melakukan perbuatan yang tidak terpuji, selalu berusaha memberikan contoh yang baik agar siswa dapat memberikan umpan balik yang baik pada kehidupan sehari-hari, dan memberikan contoh nyata pada saat kegiatan belajar seperti selalu mengingatkan siswa berbuat baik dan sebagainya, maka secara tidak langsung siswa akan meneladani apa yang di contohkan oleh gurunya.
Adapun faktor pendukung guru PAI dalam meningkatkan perilaku Islami siswa dengan menerapkan beberapa program sebagai upaya penanaman nilai-nilai sopan santun dimulai sejak pagi lewat program morning greating. Para guru menyambut siswa yang baru datang tepat di depan gerbang. Program ini selain bertujuan untuk memberikan tauladan kepada siswa tentang kedisiplinan dan sopan santun, juga untuk membangun mood siswa agar antusias mengikuti pembelajaran.
Membangun budaya santun bukan hanya sekedar memberikan pengertian kepada siswa tentang sikap sopan santun di dalam proses pembelajaran, namun yang lebih penting dan efektif adalah memberikan keteladanan. Salah satu bentuk keteladanan yang dapat diberikan adalah dengan melakukan penyambutan siswa dipagi hari.
Hal tersebut menandakan bahwa peran guru sebagai pendidik sudah di perankan oleh guru pai dengan baik, kesabaran dan kegigihan guru dalam membina dan memperbaiki kepribadian siswa membuahkan hasil yang maksimal. Kegiatan-kegiatan keagamaan juga menjadi faktor yang penting dalam menanamkan perilaku Islami pada siswa, karena unsur tersebut menjadi sarana guru dalam memperkokoh keimanan dan sekaligus menjadi media guru untuk membudayakan perilaku Islami













