Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Teknologi Dibalik Mata Uang Digital

×

Teknologi Dibalik Mata Uang Digital

Sebarkan artikel ini

Oleh : Haniffah Sri Rinjani
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi
Universitas Sari Mulia

Teknologi yang mungkin akan memberikan dampak paling besar dalam beberapa dekade kedepan telah datang dan itu bukan sosial media, bukan big data, bukan robotik, bukan pula AI (kecerdasan buatan). Ahli ekonomi telah mengeksplorasi kebiasaan manusia selama ratusan tahun, bagaimana kita membuat keputusan, bagaimana kita bertingkah-laku secara personal dan didalam kelompok, dan bagaimana kita saling bertukar nilai. Mereka mempelajari institusi yang menfasilitasi perdagangan seperti sistem hukum, korporasi, dan marketplace. Ada sebuah institusi teknologi baru yang secara fundamental mengubah bagaimana kita saling bertukar nilai dan teknologi itu adalah blockchain. Pada tahun 1991 Stuart Haber dan Scott Stornetta menjelaskan hasil karya pertama mengenai rangkaian blok yang dilindungi secara kriptografi, setahun berikutnya struktur data hash yang disebut sebagai pohon Merkle kemudian dimasukkan kedalam rancangan tersebut untuk meningkatkan efisiensinya dalam mengumpulkan beberapa dokumen dalam satu blok. Dari kriptografi yang super kompleks, terciptalah blokchain sebuah mahakarya teknologi berupa rangkaian atau rantai blok berisi aset database yang efisien terdistribusi dan resisten terhadap modifikasi. Perubahan teknologi yang cepat ini mendorong transformasi keuangan, moneter, dan fiskal. Dunia kini memasuki era baru di mana mata uang tidaklah dikendalikan oleh individu atau pemerintah, selama kita bertransaksi dan bertukar layanan uang selalu menjadi kekuatan dunia.

Kalimantan Post

Sifat uang telah berkembang dari waktu ke waktu dan saat ini sedang mengalami transformasi terbesarnya tetapi, untuk menghargai betapa mudah dibentuknya mata uang itu kita perlu membuka mata bahwa disekitar kita telah berjalan ilusi terbesar di dunia modern. Banyak orang menginvestasikan waktunya berjam-jam setiap hari untuk mendapatkan suatu benda ilusi ini tetapi pada kenyataannya benda ini tidak pernah benar-benar ada dan tidak memiliki nilai instrinsik. Saat ini kepercayaan pada sistem bank sentral Federal Reserve Amerika Serikat menyusut dengan sangat cepat, kita juga hidup pada masa ketika langit-langit teknologi hancur setiap hari dan kebutuhan konsumen didorong oleh kenyamanan dan kebaruan. Kita perlu menyelaraskan diri dengan ruang virtual yang memiliki rangkaian angka 1 dan 0 dalam digital yang dapat diprogram secara kompleks dan disimpan serta dienkripsi dalam database online. Bitcoin bersama criptocarensi lainnya adalah antitesis dari sistem bank sentral dan mata uang terpusat sebagaimana yang dikenal selama ini. Ini adalah sebuah ancaman besar terhadap sistem ekonomi kapitalis yang telah gagal. Perlawanan terhadap monopoli uang dari penguasa dan segelintir kartel protes kepada uang yang tak membuat umat manusia menjadi makmur melainkan semakin memiskinkan serta membuat kesenjangan gap antara si kaya dan si miskin yang semakin lebar. Dalam mata uang digital ada tiga elemen yang tak tepisahkan yaitu blokchain, bitcoin dan cryptocurrency.

Baca Juga :  ZUHUD MENURUT ULAMA SUFI

Blokchain adalah sistem penyimpanan data digital yang terdistribusi pada banyak tempat bersifat immutable tidak bisa diedit tidak bisa dihapus. Dimana sebuah blok dengan blok sebelum dan sesudahnya dihubungkan secara aman menggunakan teknik kriptografi. Blokchain bersifat terbuka peer to peer tidak dimiliki oleh suatu perusahaan atau satu orang, tidak disimpan disatu tempat melainkan berjalan dan disimpan di ribuan hingga jutaan komputer di dunia sehingga anti terhadap modifikasi data. Saat data dicatat pada sebuah blok maka data tersebut juga akan secara otomatis tercatat pada seluruh komputer dalam jaringan sementara itu satu Blok akan terhubung dengan blok yang lain dalam sebuah rantai. Sehingga jika kita ingin mengubah satu blok maka kita juga perlu untuk mengubah seluruh blok lainnya tak hanya disatu tempat melainkan di seluruh komputer dalam jaringan yang menyimpan data tersebut, ini membuat data tersebut pada akhirnya hampir mustahil untuk dimodifikasi atau dihapus. Untuk pertama kali dalam sejarah umat manusia kita memiliki teknologi terdistribusi yang berjalan secara kolaboratif tanpa perantara tanpa regulator tanpa pengawasan tetapi dapat diakses dan dipercaya oleh siapapun di seluruh dunia.

Bitcoin adalah uang virtual pertama dibuat menggunakan sistem blokchain dengan begitu tidak ada yang memiliki jaringan Bitcoin, karena Bitcoin dikendalikan oleh semua penggunanya dari seluruh dunia nilainya dibentuk secara bebas di dalam pasar berdasarkan permintaan, penawaran, dan kelangkaannya. Bitcoin dirancang untuk diproduksi sebanyak maksimal 21 juta unit saja yang akan tercapai di tahun 2140. Komputer-komputer yang memproses dan validasi transaksi didalam jaringan Bitcoin disebut sebagai miners atau penambang. Untuk pekerjaan yang memakan usaha computing yang sangat besar dan kompleks ini para miners akan mendapatkan Bitcoin dari fee atau Bitcoin baru yang dihasilkan, dimana angkanya akan dikurangi sebanyak setengahnya untuk setiap 210.000 blok baru yang ditambahkan atau kira-kira setiap empat tahun sekali ini disebut sebagai halving. Sejak 12 Mei 2020, Bitcoin memasuki fase 3 halving dimana imbalan koin terblok berkurang dari 12,5 Bitcoin terjadi 6,25 Bitcoin kepada miner yang berhasil memvalidasi blok baru.

Baca Juga :  Reformasi Spiritual Uzbekistan untuk Inspirasi Indonesia

Cryptocurrency adalah aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol penciptaan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset. Mata uang kripto yang paling terkenal adalah bitcoin, selain bitcoin masih ada ribuan mata uang kripto, di antaranya ehtereum, litecoin, ripple, stellar, dogecoin, cardano, eos, tron. Dimasa mendatang koin dan seluruh cryptocurrency bisa saja melambung tinggi namun bisa juga tak lagi memiliki nilai sama sekali. Siapa yang tahu tapi selama sifat dasar dari manusia adalah sama, selama itu pula sesungguhnya kita dapat meyakini masa depannya. Tapi terlepas dari itu semua satu hal yang pasti, teknologi blokchain cepat atau lambat akan merevolusi uang serta berbagai hal di masa depan. Jika memegang dan menyimpan uang konvensional adalah cara paling gampang untuk menurunkan nilai aset yang kita miliki itu bisa jadi kekeliruan. Apabila selama ini kita percaya pada sistem keuangan yang pincang dan kecurangan bank-bank yang serakah lalu pertanyaannya. Mengapa kita tidak bisa mempercayai sebuah teknologi yang aman kolaboratif mudah cepat berbiaya murah dan hampir dapat menyelesaikan semua masalah yang ada sebagai masa depan dari uang.

Iklan
Iklan