Banjarmasin, KP – Pemain bertahan Allstars Kalsel, Kombes Kacong Slamet menyatakan, akan bermain sapu bersih saat timnya menghadapi tim legend Persela Lamongan dan Persema Malang.
Kacong Slamet mengutarakan tekadnya tersebut, dalam percakapan saat latihan di lapangan sintetis intrnasional Green Yakin Soccer Field (GYSF) Jl A Yani Km 10, kemarin.
‘’Untuk mengamankan pertahanan dari presure pemain lawan, saya tidak akan kompromi, pokoknya jangan sampai lawan bias lewat melepaskan tembakan dengan leluasa,’’ kata Kacong Slamet yang didampingi Pembina dan Ketua Allstars Kalsel Yuyu Rahmat Mulyana dan H Jumansyah.
Kacong mengakui dalam lawatan ke Jawa Timur akan memikul tugas berat, karena akan menghadapi pemain-pemain berpengalaman dan pernah merumput di tim nasional, baik dari Persela Lamongan maupun Persema Malang.
Tim sepakbola binaan Dispora Kalimantan Selatan, Allstars Kalsel akan mengadakan Tur Olahraga ke Jawa Timur, untuk menghadapi tim sepakbola legend Persela Lamongan dan Persema Malang pada Sabtu (19/3/2022).
Pembina dan juga pemain senior tim Allstars Kalsel, Yuyu Rahmat Mulyana, skuad Allstars Kalsel akan memboyong 28 pemain dengan dua orang pelatih, Mulyani dan Pep Edy Susanto. Berangkat dari Banjarmasin ke Surabaya pada Jumat (18/3/2022).
Dari Surabaya langsung ke Lamongan dan bertanding menghadapi Allstars Lamongan di stadion Lamongan. Kemudian Sabtu pagi (19/3/2022) ke Kota Malang, menghadapi Allstars Persema Malang.
‘’Setelah selesai bermain, rombongan kembali ke penginapan untuk istirahat , kemudian pada malam harinya kembali bermain menghadapi Allstars Arema Malang di Stadion Gajayana,’’ jelas Yuyu Rahmat.
Turing olahraga ke Jawa Timur, kata Yuyu Rahmat yang merupakan Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel, karena memenuhi undangan dari legenda Persela Lamongan dan juga legenda Persema Malang.
Tujuan utama dari turing ini untuk meningkatkan hubungan silaturahmi dengan sesame penggemar sepakbola yang sudah legend di Lamongan dan di Malang. ‘’Kita juga akan sharing dengan para legenda sepakbola di dua kota tersebut yang memang banyak melahirkan pemain-pemain bola bertalenta dan selalu jadi langganan menyumbangkan pemain terbaik untuk Timnas Indonesia,’’ jelas Yuyu.
Ditambahkannya, mereka semua sama-sama kangen untuk bermain bola sesame legenda, karena hamper dua tahun vakum dari kegiatan pada 2020-2021,akibat maraknya pandemic covid-19. (nfr/k-9)















