Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Disebut Habib Palsu
Muhammad Hamdani Alkaff Ancam Lapor Polisi

×

Disebut Habib Palsu<br>Muhammad Hamdani Alkaff Ancam Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

Itu tidak benar, saya bukan Habib palsu

BANJARMASIN, KP – Dapat tudingan diduga habib palsu dari pengurus Rabithah Alawiyah, Muhammad Hamdani Alkaff membantah dan menyatakan akan melaporkan ke pihak berwajib.

Kalimantan Post

“Itu tidak benar, saya bukan Habib palsu,” katanya di tempat kerjanya di Jalan HKSN Banjarmasin Utara, saat ditemui para media Senin (14/3).

Ia menyatakan mempunyai buku paspor para keturunan yang intinya seorang Habib asli bukan abal-abal atau palsu.

“Saya ketahui dan diviralkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, bahwa saya dikatakannya Habib palsu,” ketusnya.

Dia kembali menyatakan, seorang Habib berdasarkan buku paspor nasab Salatin Asmat Azzahra Kesultanan Nusantara. “Artinya legalitas saya sah dan diakui oleh negara, bagi mereka mengatakan bahwa saya bukan Habib, maka saya akan tindak tegas,” cetusnya.

Muhammad Hamdani Alkaff mengaku, sudah melakukan kordinasi kepada anggota Polda Kalsel maupun anggota Mabes Polri dan akan segera melaporkan atas kejadian ini kepada pengurus para Rabithah Alawiyah.

“Saya akan tindak tegas oknum-oknum yang mengatakan saya Habib palsu. Karena negara kita negara hukum, oleh sebab itu upaya upaya hukum akan saya tempuh terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dari salah satu lembaga Rabithah Alawiyah yaitu Habib Salahuddin dan beberapa orang yang saya akan laporkan ke Polda Kalsel,” ungkapnya.

Ia juga mengklarifikasi di beberapa media online dan di beberapa YouTube yang mengatakan dirinya bukan habib.

“Saya tidak pernah meminta-minta kepada siapapun maksudnya tidak pernah meminta-minta kepada warga untuk mengadakan acara haul tersebut, tetapi warga sendiri yang dengan sukarela memberikan konsumsi dalam acara haul tersebut,” tuturnya.

Dijelaskannya pula, sebelum melaksanakan haul akbar, panitia yang lainnya sudah menyerahkan surat pemberitahuan bahwa akan mengadakan haul-akbar ke kantor Polsek Banjarmasin Utara.

Baca Juga :  Tersangka Kasus Kuota Haji Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Dipanggil KPK

“Itu ada bukti surat bahwa kami sudah meminta izin memberitahukan akan diadakannya haul Akbar kedua, saya juga telah mengirimkan surat pemberitahuan tersebut,” bebernya.

Ia melanjutkan, Salatin Asyraf Azzahro (SAA) Trah Kesultanan dan Kerajaan sendiri merupakan lembaga pencatatan nasab Rasulullah SAW yang ada di Indonesia sama seperti Rabithah Alawiyah. Total, ada 8 lembaga pencatat Nasab Rasulullah SAW di tanah air dengan masing-masing kitabnya dan resmi berada di bawah payung Kementerian Hukum dan HAM.

Kedua, perihal makam habib yang disebut tidak ada di lokasi tersebut, Hamdani mengatakan, makam habib sudah ada di lokasi tersebut sejak ratusan tahun lalu.

Namun lantaran tidak diberi kubah dan lainnya, maka sebagian orang mungkin tidak mengetahuinya.

“Asyekh Al – Arifbillah Alhabib Abdurahman Al-Kaf ini adalah salah satu Mufti juga di Kesultanan Banjar, ini bisa dibuktikan,” lanjut Hamdani.

Ketiga, perihal adanya tudingan bahwa acara haul ini juga meminta dana kepada masyarakat, Hamdani sekali lagi membantahnya.

Pun juga pelaksanaan haul ini, ujar Hamdani adalah acara yang legal.

“Intinya, acara haul tersebut sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian hingga Satgas Covid-19 dari Dinas Kesehatan kota Banjarmasin,” ujarnya.

Kedatangan sekelompok orang ini pun dinilai Hamdani sudah sangat merugikan dirinya. Niat ingin melaksanakan haul secara damai malah terusik akibat kejadian tersebut.

Alhasil, atas saran dari Kesultanan Nusantara, dirinya siap menempuh jalur hukum.

“Saya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, dan disepakati bahwasanya akan menempuh jalur hukum, secepatnya, kita saat ini sudah mengumpulkan bukti-bukti,” pungkasnya. (fik/K-4)

Iklan
Iklan