Banjarbaru, KP- Beberapa waktu terakhir cuaca ekstrem di Kota Banjarbaru cukup tinggi. Dimna Cuaca ekstrem ini kerap diwarnai terjangan angin puting beliung yang patut diwaspadai.
Untuk mengurangi dampak terhadap bencana tersebutlah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru telah menyiapkan 15 tim reaksi cepat (TRC) siaga bencana tersebar di lima kecamatan.
Kasubbid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Baihaki menjelaskan sebanyak 15 TRC bencana ini siap siaga selama 14 jam. Terutama, pada titik rawan bencana banjir di Kota Banjarbaru.
“Kami juga memantau dinamika cuaca dari informasi BMKG terkait curah hujan yang turun dalam bentuk aplikasi. Untuk saat ini, titik-titik rawan banjir masih terbilang aman. Dari Januari lalu, kami sudah menyiagakan posko siaga bencana. Kebetulan saat itu, terjadi banjir tetapi meski tidak berskala besar,” ujarnya.
Untuk titik rawan bencana banjir, Baihaki menyebutkan di antaranya Kawasan Guntung Payung, Town Har Seberang Pom Bensin Bandara, Tambak Buluh Trikora, hingga Cempaka.
“Ketika banjir besar, status posko dari siaga bencana dinaikkan menjadi posko tanggap darurat. Dalam penanggulangan bencana, kami juga bekerjasama dengan pihak TNI/Polri serta relawan,” paparnya.
Untuk titik rawan bencana puting beliung di Banjarbaru, berada di kawasan di Landasan Ulin, Guntung Payung dan Sungai Besar.
Di tengah perubahan cuaca yang tak menentu, Baihaki mengatakan BPBD Banjarbaru mengimbau agar warga sellau siaga dan waspada. Sebab, memasuki musim penghujan, dua bencana selalu menghampiri yakni banjir dan angin puting beliung.
“Sebelum bencana banjir datang, kami imbau warga selalu membersihkan selokan-selokan supaya aliran lancar. Untuk puting beliung, kalau terjadi hujan dan angin kencang segera bersiap mengamankan diri,” imbuh Baihaki. (Dev/K-3)














