Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Selama Ramadan
Pasar Wadai Jadi Penyebab Kemacetan

×

Selama Ramadan<br>Pasar Wadai Jadi Penyebab Kemacetan

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, KP – Sejumlah kawasan di Banjarmasin diprediksi bakal mengalami kepadatan arus lalu lintas selama bulan ramadan. Pasalnya, ada beberapa titik yang dijadikan sebagai lokasi pagelaran pasar wadai Ramadan.

Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo mengatakan, salah satu contoh ruas jalan yang besar kemungkinan akan terjadi kepadatan lalulintas adalah di jalan Anang Adenansi, yang mana terdapat kegiatan pasar wadai ramadan di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja.

Kalimantan Post

“Pada intinya, potensi kemacetan atau kepadatan lalulintas selama Ramadan ini ada di kawasan yang terdapat pasar wadai,” ucapnya saat ditemui awak media di Balai Kota, belum lama tadi.

Bahkan menurut Slamet, tidak hanya di kawasan Taman Kamboja saja. Resiko kemacetan akan terjadi di lima kecamatan di Kota Banjarmasin. “Apalagi sudah ada izin boleh buka di tiap kecamatan,” ungkapnya.

Ia menerangkan, kepadatan arus lalu lintas diprediksi bakal terjadi mulai sore hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Mengatasi hal itu, Ia pun akan menempatkan sejumlah personel Dishub di tiap titik pagelaran pasar wadai Ramadan, untuk mengurai dan memperlancar arus lalu lintas.

“Contohnya di kawasan RTH Kamboja kita tempatkan satu regu personel. Tidak menutup kemungkinan juga akan kita lakukan buka tutup jalan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menambahkan, selain mengatur lalu lintas, pihaknya juga mendata lokasi yang dijadikan titik parkir kendaraan pengunjung pasar wadai ramadan.

Ia juga memaklumi, jika ada bahu jalan di beberapa kawasan pelaksanaan pasar wadai Ramadan, yang dijadikan sebagai lokasi parkir kendaraan.

“Kita masih mentolerir, karena ini kegiatan agenda tahunan. Makanya kalau terjadi macet ada petugas kita yang turun,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jelang HUT RI ke-81, Balai Kota Banjarmasin Bersolek dengan Nuansa Merah Putih

Terkait pendapatan parkir, Ia menerangkan bahwa setiap retribusi parkir akan ada perhitungannya yang masuk ke kas daerah.

“Biasanya nanti perhitungannya potensi dengan petugas dan pengelola. Misalnya 40 persen masuk kas dan 60 persen untuk juru parkir dan pengelola,” tandasnya. (kin/K-7)

Iklan
Iklan