Stunting akan berpengaruh dengan pendidikan yang didapat anak, karena rata rata anak pendidikannya rendah, sehingga bila bekerja upah yang diterima rendah yang berdampak menciptakan kemiskinan
BANJARMASIN, KP – Kepala BKKBN Kalsel, Ir. Ramlan melaksanakan silaturahmi sekaligus diskusi tentang pencegahan stunting bersama masyarakat.
Ia menjelaskan alasannya kenapa pemerintah getol mencegah stunting. Menurut Kepala BKKBN Kalsel yang juga orang asli Nagara itu, anak yang stunting berpengaruh pada pertumbuhan otak sehingga cenderung kurang cerdas.
Ia menekankan, bahwa kondisi stunting bukan disebabkan oleh faktor keturunan, “Stunting itu bisa dicegah. Stunting berasal dari bahasa Inggris dan arti ing dalam kata itu artinya proses. Artinya kondisi gagal tumbuh ini bisa dicegah,” tegasnya.
Menurutnya, stunting akan berpengaruh dengan pendidikan yang didapat anak. Pasalnya rata rata anak stunting pendidikannya rendah.”Karena pendidikannya rendah maka upah yang diterima ketika bekerja akan menjadi rendah. Akhirnya menciptakan kemiskinan baru. Inilah yang ditakutkan,” ungkap Ramlan.
Selain diskusi tentang pencegahan stunting di Nagara, Ir. Ramlan juga memberikan gambaran keinganannya untuk membangun dan membantu perkembangan Negara dengan kapasitas yang ia bisa saat ini.
Bahkan dalam momen pertemuan yang dilakukan langsung di rumah warga Desa Tambak Bitin, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Minggu (17/07) kemarin itu, Ir Ramlan juga turut memberikan bantuan sosial untuk perbaikan dan modifikasi Mobil Team Relawan Daha (TRD), karena melihat kondisi yang sudah sangat memprihatinkan.
“Semoga dengan adanya bantuan ini, TRD semakin kompak dan solid, yang terpenting selalu ada ditengah-tengah masyarakat saat membutuhkan,” kata Ir. Ramlan.
Salah satu warga yang ikut diskusi pencegahan stunting, Hasan, sangat mengapresiasi diskusi yang diadakan oleh Ir. Ramlan.
“Kami sangat mengapresiasi dan terbantu dengan informasi yang beliau paparkan, ini suatu bentuk kepedulian asli orang Nagara terhadap kampung halamannya,” ungkap Hasan.
Ia mengatakan, selain diskusi tentang stunting, Kepala BKKBN Kalsel juga menyampaikan banyak hal yang bisa dikembangkan di Negara.
“Baik dari segi pertanian, perikanan, dan wisata religi, tapi tergantung lagi dengan kualitas sumber daya manusianya” ujarnya.
“Semoga hadirnya terus berkelanjutan , karena kita bersyukur ada orang asli Negara yang mempunyai posisi strategis di Kalimantan Selatan,”harap Hasan.
Diwaktu yang bersamaan, salah satu warga Desa Pasungkan, Daha Utara, Rudi, menyampaikan terimakasih telah peduli terhadap kampung halaman.
“Saya sampaikan terkait BPJS dan isu tentang kesehatan beliau sangat responsif, walaupun bukan tanggung jawab beliau secara langsung, tapi tetap menampung aspirasi kami untuk disampaikan kepada lembaga / instansi terkait,” ujarnya singkat. (Kin/K-3)














