Banjarmasin, KP – Adanya cemaran jenis cairan yang mencemari aliran sungai, berasal dari minyak jenis High Sulfur Fuel Oil atau HSFO yang sampai ke aliran Sungai Awang menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Bukan tanpa alasan, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku khawatir jika cemaran tersebut dibiarkan akan banyak kerugian yang terjadi bagi Kota Banjarmasin.
Ia menjelaskan, Sungai Awang merupakan aliran sungai yang banyak digunakan sebagai kawasan industri, dan jika masuk lebih dalam lagi ke kawasan Terantang, banyak spot sungai yang sangat bagus untuk dijadikan spot susur sungai.
“Jadi sayang kalau alamnya tercemar,” ucapnya saat ditemui awak media Jumat (12/08) malam.
Selain itu, dirinya juga mengaku khawatir cemaran ini meluas sampai ke Sungai Martapura yang pasti akan berdampak lebih luas lagi.
“Termasuk akan merugikan petani ikan keramba di sungai Martapura (di kawasan Benua Anyar),” ungkapnya.
Karena itulah, Ibnu mengklaim bahwa pihaknya langsung mengerahkan petugas kebersihan untuk membersihkan cemaran dari bahan bakar yang biasa digunakan untuk mesin diesel putaran rendah pada perkapalan hingga bahan bakar industri tersebut.
“Supaya tidak mencemari lingkungan lebih luas lagi. Mudah-mudahan ini bisa segeralah dilokalisir,” katanya.
Ia menjelaskan, lokasi kejadian cemaran limbah ini memang ada di sungai Alalak Berangas, Batola. Namun karena aliran sungainya masih satu dengan sungai di Kota Banjarmasin sehingga juga dampaknya sampai ke Sungai Awang.
“Makanya kita minta untuk langsung dilakukan penanganan dengan mengangkat cemara minyak dengan bantuan ilung (eceng gondok),” ujarnya.
Ia mengklaim, bahwa cara tersebut dinilai efektif untuk mengurangi tingkat cemaran yang terjadi di aliran sungai.
“Jadi ilung ini sengaja dikumpulkan dan dilempar ke tepian sungai yang terdapat cemaran minyak. Sehingga cemaran minyak nanti akan lengket di akar,” pungkasnya.
Ia berharap agar cemaran polusi yang terjadi di aliran sungai ini bisa segera tertangani dan keasrian sungai-sungai fi Kota Banjarmasin bisa kembali seperti semula.
Di sisi lain, Ibnu Sina secara tegas mengimbau kepada warga di bantaran sungai, terutama bagi pelaku usaha yang memiliki kapal tanker, tugboat dan lainnya agar bisa menjaga agar aktivitas nya jangan sampai mencemari lingkungan perairan.
“Karena bagaimanapun juga hal ini akan berdampak mencemari perairan kita di Banjarmasin. Seperti sungai Awang, kuin, sungai Martapura bahkan sungai Barito pun juga pasti akan terdampak,” tuntasnya. (Kin/K-3)















