Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

IPA 500 Liter Perdetik Beroperasi dengan Pinjam Pakai

×

IPA 500 Liter Perdetik Beroperasi dengan Pinjam Pakai

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 Klm Tinjau IPA
IPA- Inilah Instalasi pengolahan air (IPA) 500 litet perdetik milik Kementerian Pekerkaan Umum dan Penataan Ruang (PUPERA) di Pinua 2 Banjarbaru. (KP/Istimewa)

Banjarbaru, KP – Instalasi pengolahan air (IPA) 500 liter perdetik milik Kementerian Pekerkaan Umum dan Penataan Ruang (PUPERA) di Pinua 2 Banjarbaru, sudah dioperasikan sejak beberapa saat lalu. IPA tersebut dioperasionalkan Badan Pengelola Pengolahan Air Minum (BP PAM) Banjarbakula.

Melalui IPA tersebut secara rutin sudah disuplai air curah ke jaringan PDAM Intan Banjar. Dengan beroperasinya IPA tersebut bisa melayani 40.000 rumah, sebab 1 liter per detik setara dengan konsumsi air untuk 80 rumah. IPA 500 liter per detik dibangun lengkap dengan semua komponen penunjang.

Kalimantan Post

Di dalamnya mencakup sistem Supervisory Control And Data Acquisition (Scada) atau sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses, juga ada elektroklorinasi, dan sejenisnya.

Tahun lalu, IPA 500 liter perdetik diresmikan Menteti PUPERA, Basoeki Hadimoeljono. Sebelumnya juga telah beroperasi IPA 250 liter perdetik. “Khusus IPA 500 liter perdetik sementara beroperasi dengan sistem pinjam pakai operasional, karena proses pelimpahan pinjam pakai aset memerlukan waktu,” jelas PPK Pengembangan Air Minum Satker

Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah (PPPW) Kalsel, Anthony Magma.

Sementara itu, Kepala BP PAM Banjarbaru, Berty Nakir, menyebut operasional IPA 500 liter perdetik sudah lama berjalan. Meski aset masih milik kementerian, namun operasional dipinjam pakai untuk kepentingan penyediaan air PDAM Intan Banjar.

“IPA Pinus 2 500 liter per detik yang dibangun tahun lalu saat ini sudah beroperasi dan menyuplai air ke jaringan PDAM Intan Banjar. Untuk sementara ini status aset masih pinjam pakai operasional, sedangkan pinjam pakai aset masih dalam tahap pelimpahan dari kementerian PUPERA. Insyaallah dalam waktu dekat ditanda tangani persetujuan pinjam pakai aset antara Pemprov kalsel dengan kementerian PUPERA,” ujarnya, Jumat (26/8).

Baca Juga :  Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas, Erna Lisa Halaby Tekankan Dialog dan Bantuan Hibah

Pembangunan IPA Banjarbakula sepenuhnya melalui pendanaan APBD. Sementara pemanfaatan aset diperuntukan bagi penyediaan air baik curah maupun baku. Saat ini terdapat 2 perusahaan yang disuplai air dari PAM Banjarbakula, yaitu PDAM Pelaihari untuk air baku dan PDAM Intan Banjar untuk air curah dan air baku. (mns/K-3)

Iklan
Iklan