Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Space Iklan
Space Iklan
Iklan
Tabalong

BP JAMSOSTEK Serahkan Ratusan Juta Santunan JKM Untuk Guru Honorer

×

BP JAMSOSTEK Serahkan Ratusan Juta Santunan JKM Untuk Guru Honorer

Sebarkan artikel ini
a2
SIMBOLIS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP JAMSOSTEK) serahkan santunan kematian sebesar Rp210 juta ke ahli waris lima orang guru honorer Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabalong yang mengalami risiko meninggal dunia dengan masing-masing Rp42 juta. (KP/Ist)
Iklan

Tanjung, KP – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP JAMSOSTEK) serahkan santunan kematian sebesar Rp210 juta kepada ahli waris lima orang guru honorer Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabalong yang mengalami risiko meninggal dunia dengan masing-masing Rp42 juta dan diterimakan langsung oleh Bupati Tabalong.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tabalong Tanjung Eko Eklam Noprianto mengatakan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau risiko yang dialami oleh tenaga kerja. Risiko tersebut dapat berupa kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia. “Seperti yang dialami oleh ahli waris 5 orang guru honorer Disdik Kabupaten Tabalong yang mengalami risiko meninggal dunia. BP JAMSOSTEK menyerahkan Santunan Kematian kepada masing-masing ahli waris sebesar Rp42 juta, dengan total santunan yang diserahkan sebesar Rp210 juta,” ujarnya.

Baca Koran

Manfaat JKM diberikan secara langsung bagi peserta yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, tanpa melihat masa kepesertaan, peserta BP JAMSOSTEK yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp42 juta,” ujar Eko dalam kegiatan penyerahan manfaat santunan secara simbolis bersama Kepala Disdik Kabupaten Tabalong Tonie Marwan, yang dilaksanakan belum lama tadi di Ruang Kerja Bupati Tabalong.

Menurut Eko, pemberian perlindungan kepada pekerja merupakan mandat undang-undang yang wajib dipenuhi negara dengan memastikan setiap orang dapat bekerja dengan tenang, tanpa mengkhawatirkan risiko. “Pegawai non-ASN, termasuk salah satunya guru atau tenaga kependidikan juga merupakan pekerja yang wajib mendapatkan perlindungan selama menjalankan setiap aktivitas keseharian,” ujarnya.

“Setiap pekerja hendaknya didaftarkan ke BPJAMSOSTEK agar hak pekerja untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terpenuhi, karena kita tidak pernah tahu resiko dapat terjadi kapan saja dalam bekerja,” demikian pungkas Eko Eklam Noprianto.

Baca Juga :  Tabalong Raih Anugerah Kepatuhan Penyelenggara Pelayanan Publik Tahun 2024

Ditemui di ruangannya, Bupati Tabalong DR Drs H Anang Syakhfiani M.Si, menyambut baik program BPJS Ketenagakerjaan ini. Anang berharap agar seluruh masyarakat pekerja di Kabupaten Tabalong dapat terlindungi dengan manfaat BP JAMSOSTEK. (ros/K-6)

Iklan
Iklan