Martapura, KP – Wakil Bupati Habib Idrus Al-Habsyie membuka Pemancangan Tiang Utama Pembangunan LPM, di Desa Aluh-Aluh Kecil Muara, Kecamatan Aluh-Aluh.
Hadir Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Ahmadi, Kabid ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP M Hamdani, Camat Aluh-Aluh Aditya, Forkopimcam, Pembakal Aluh-Aluh Kecil Muara dan warga setempat, Kamis (8/9).
Wabup Said Idrus mengatakan, pemancangan tiang utama pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) ini sesuai Pasal 33 ayat 2 UU 18/2012 tentang Pangan, mengamanatkan pemerintah daerah memfasilitasi pengembangan cadangan pangan masyarakat sesuai kearifan lokal.
”LPM merupakan sarana penyimpanan bahan pangan pokok yang berfungsi mengelola stok pada saat musim panen raya atau paceklik, antisipasi gejolak harga pangan, bencana alam atau bencana sosial serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan usaha ekonomi produktif,” katanya.
Alhamdulillah, lanjutnya, pada 2022 ini Desa Aluh Aluh Kecil Muara mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan LPM serta sarana pendukungnya, berupa lantai jemur, gudang mesin, mesin Rice Milling Unit (RMU) serta Bed Dryer (pengering padi).
”Kami berharap adanya LPM serta sarana pendukungnya, dapat mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tandasnya.
Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Ahmadi menambahkan, progress pembangunan LPM di Desa Aluh-aluh Kecil Muara ini realisasi fisik sebesar 52,69 persen. Rumah Rice Milling Unit (RMU) dan Bed Dryer (Pengering Gabah) 45,88 persen, sedang pembangunan lantai jemur sudah mencapai 100%.
”Sejauh ini Kabupaten Banjar mempunyai LPM sebanyak 18 unit yang tersebar di sejumlah Kecamatan. Dengan dibangunnya 3 LPM ini, unit bertambah menjadi 21 LPM,” ungkapnya.
Pambakal Aluh-Aluh Kecil Muara Gusti Salim tak lupa sampaikan terimakasihnya kepada Bupati dan Wakil Bupati atas dibangunnya lumbung pangan masyarakat di desa mereka.
“Adanya LPM ini sangat membantu desa kami untuk meningkatkan perekonomian seluruh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan masyarakat sekitar, terutama saat menghadapi kelangkaan pangan atau kerawanan pangan,” ucap Salim. (Wan/K-3)















