Ratusan pedayung melakukan unjuk rasa ke KONI Kalsel, menuntut menerbitkan SK cabor dayung dipertandingkan di Porprov XI HSS.
Banjarmasin, KP – Ratusan pedayung dari PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) 13 Kabupaten/Kota, melakukan unjuk rasa ke kantor KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kalsel di Komplek GOR Hasanuddin HM Banjarmasin, Jumat (9/9/2022) kemarin.
Unjuk rasa yang di komandani Ketua Umum Podsi Kalsel H Achadiyat Sugian dan Sekretaris Umum Donny Wiryawan, bersama para ketua Podsi kabupaten kota, beserta ratusan atlet dayung, meminta agar KONI menerbitkan SK (Surat Keputusan) yang memasukkan cabang olahraga dayung dipertandingkan di Porprov XI HSS.
Menurut Achadiyat, dihadapan Sekum KONI Kalsel Enly Hadiyannoor, Humas KONI Mursyid Arpan dan Nurdin Salimun yang menerima rombongan PODSI se Kalsel tersebut. Selama ini cabor dayung telah menunjukkan prestasi yang membanggakan di kancah nasional bagi Kalimantan Selatan.
‘’Untuk menghadapi Porprov HSS para pedayung dari 13 kabupaten kota telah melakukan persiapan latihan sejak tahun 2018, seusai Porprov X di Kabupaten Tabalong. Sangat banyak pengorbanan yang mereka keluarkan karena ingin tampil di Porprov HSS, baik waktu, tenaga maupun materi,’’ kata Achadiyat.
Karena itu mereka sangat sakit hati, manakala ada pernyataan dari pihak HSS yang mempertandingkan 40 cabor di Porprov, tanpa memasukkan cabor dayung.
Semua pengurus Podsi Kabupaten Kota dalam kesempatan itu senada menyatakan besarnya kerugian materi yang telah mereka keluarkan, ditambah pengaruh psikis lantaran kecewa berat.
Bahkan ada pedayung yang rela membatalkan untuk bekerja, karena ingin konsentrasi latihan guna menghadapi Porprov XI yang sangat mereka idam-idamkan.
‘’Dengan berbagai pertimbangan tersebut, kami meminta pada KONI Kalsel untuk menerbitkan SK yang memasukkan cabor dayung dipertandingkan di Porprov HSS,’’ tegas Achadiyat.
Menurutnya, jika alasan tidak ada anggaran dana, maka Podsi Kalsel bersama Podsi kabupaten kota, siap mengeluarkan dana sendiri. Jika alasan HSS tidak memiliki peralatan dayung yang relative mahal, maka Podsi siap untuk meminjamkan alat-alat yang mereka miliki untuk dipergunakan di Porprov HSS.
Menanggapi tuntutan tersebut, Sekum KONI Kalsel Enly Hadiyanoor, mengaku sangt memahami keinginan para atlet dayung yang cabornya tidak masuk dalam daftr yang dipertandingkan di Porprov HSS.
Namun karena hal ini berkaitan dengan berbagai sector terkait, maka harus lebih dulu dikoordinasikan bagaimana yang sebaiknya, sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancer dan tidak ada pihak –pihak yang akan dirugikan, pungkas Enly.
-Tiga cabor tambahan
Sebelumnya diberitakan, Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, Syamsuri Arsyad memimpin rapat koordinasi, terkait penyelenggaraan Porprov XI Kalsel, Kamis (8/9/2022) sore di Aula Rakat Mufakat Kantor Sekretariat Daerah setempat.
Rapat dihadiri Kabid Peningkatan Prestasi Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kalsel, Fitri Hernadi, Disporapar HSS, pengurus KONI Kalsel, dan Pengurus KONI Kabupaten HSS.
Sebelumnya, SK penetapan jumlah Cabang Olahraga yang dipertandingkan dalam Porprov XI belum terbit, karena perbedaan pendapat berbagai pihak. Beberapa kali mengirim rekomendasi, terakhir KONI HSS merekomendasikan maksimal bisa mempertandingkan 37 Cabor, dengan anggaran Rp 10 miliar.
Hasil rapat tersebut, dengan anggaran Rp 10 miliar, Porprov XI Kalsel akan mempertandingkan 40 cabang olahraga (Cabor) dengan berbagai persyaratan. Tiga Cabor tambahan yakni olahraga biliard, gateball dan drumband.
“Hari ini kita putuskan, bahwa Porprov XI Insya Allah akan tetap kita gelar di Kabupaten HSS pada November ini,” ucap Wabup HSS Syamsuri Arsyad kepada wartawan, usai rapat tersebut. (nets/nfr/k-9)















