Banjarmasin, KP – Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah angkat bicara terkait krisis air bersih di kawasan Kuin Cerucuk.
Menurutnya, layanan PT Air Minum (PAM) Bandarmasih mestinya bisa ditingkatkan lagi. Mengingat pergantian status dari perusahaan daerah, menjadi perseroan terbatas.
Apalagi kini, tarif air minum air leding produksi PAM Bandarmasih juga sudah naik sebesar 10 persen.
“Namun, keluhan masyarakat selalu ada. Kebocoran dan sebagainya, ini harus segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
PTAM Bandarmasih pun setidaknya, menurutnya harus memberitahukan kepada masyarakat apa masalah yang terjadi. Agar masyarakat bisa tahu.
Kemudian, PTAM Bandarmasih juga wajib mencarikan solusinya.
Salah satu solusi sementara yang bisa dilakukan sembari mencari tahu permasalahan hingga perbaikan, perusahaan air minum mesti menyediakan tandon.
Kemudian, mengantarkan air bersih yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Lebih jauh, apabila misalnya misalnya masalah yang dihadapi ternyata lantaran tekanan air tidak sampai, yang diakibatkan umur pipa saluran yang sudah tua, maka sudah selayaknya pipa yang ada diganti.
“Persoalan tidak mengalirnya air di kawasan ujung ini tidak hanya dialami di kawasan Kuin Cerucuk saja. Tapi, juga terjadi di kawasan Basirih, Alalak Tengah,” tambahnya.
“Jadi saya rasa, perencanaan penggantian pipa di Jalan Soetoyo S menjadi hal yang penting, untuk bisa memberikan tekanan aliran air yang lebih kuat,” tekannya.
“Karena kendalanya sementara ini kan hanya itu. Tekanan tidak kuat karena umur pipa yang sudah lama,” jelasnya.
Di sisi lain, Awan juga kembali menekankan agar PTAM Bandarmasih melakukan perencanaan yang matang. Agar pelayanan bisa sampai ke kawasan ujung Kota Banjarmasin.
“Kami selalu mendesak dan mendorong agar PTAM meningkatkan pelayanan. Agar kendala masyarakat yang dialami segera bisa dicari solusinya,” tekannya.
Lantas, apakah setelah adanya kenaikan tarif ini sudah ada evaluasi?
Terkait hal itu, Awan mengaku memang belum ada melakukan evaluasi dalam hal ini secara tatap muka.
“Tapi kami masih terus memantau-mantau dahulu dan juga merespon keluhan masyarakat. Termasuk yang terjadi di kawasan Kuin Cerucuk ini akan jadi bahan kami dan akan kami awasi lebih lanjut,” tandasnya. (Kin/K-3)















