Menyadari persoalan itu, maka untuk menurunkan stunting pemerintah harus lebih serius melaksanakan program penanganan pengentasan kemiskinan
BANJARMASIN, Banjarmasin,KP- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Mathari mengatakan salah satu kunci utama untuk menurunkan stunting adalah penanganan kemiskinan.
Menurutnya, kemiskinan dalam sebuah rumah tangga merupakan salah satu penyebab ibu dan anak tak sanggup memperoleh gizi yang cukup.
Kepada {KP} Selasa (20/12/2022) ia mengakui,memang tidak semua dari keluarga miskin anaknya menderita stunting.
“Namun sebagian besar stunting itu diakibatkan karena masalah kemiskinan. Masalahnya karena ketidakmampuan memenuhi gizi secara cukup,” kata Mathari.
Ditandaskannya, menyadari persoalan itu, maka untuk menurunkan stunting pemerintah harus lebih serius melaksanakan program penanganan pengentasan kemiskinan.
Lebih jauh dikemukakan, permasalahan stunting merupakan masalah serius yan ini masih dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Tantangan itu harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing dan berkualitas,” kata wakil komisi dari F-PKS ini.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) katanya, Status Gizi Balita pada 2019 prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen.
Oleh Presiden RI Joko Widodo kemudian mencanangkan target penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024 di seluruh Indonesia. Tak terkecuali target yang ingin dicapai Pemko Banjarmasin.
Namun demikian melalui sejumlah program dilaksanakan , Mathari mengingatkan penanganan stunting harus sesuai dengan data dan kondisi sebenarnya di lapangan.
Masalahnya lanjut Mathari, keberhasilan penurunan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak ini dianggap sebagai capaian sebuah prestasi bagi setiap pemerintah daerah.
“Karena dianggap sebagai sebuah prestasi, maka bisa saja angka stunting yang diklaim turun oleh pemerintah daerah tersebut tidak sesuai data akurat yang ada sesungguhnya di masyarakat,” kata Mathari.
Lebih jauh anggota komisi diantaranya membidangi masalah kesehatan ini berharap, melalui petugas kesehatan serta kader posyandu yang diterjunkan Pemko Banjarmasin terus meningkatkan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat untuk mencegah kekurangan gizi (stunting) terhadap anak.
Ditandaskannya, memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat sangat penting karena para orang tua lah yang setiap hari mengurus dan mengawasi pertumbuhan anaknya agar bisa tumbuh sehat. (nid/K-3)















