Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua

×

LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua

Sebarkan artikel ini
IMG 20230114 WA0026 1 scaled

Jakarta, KP – Permasalahan ukhuwah beresiko mengalami kerentanan jelang tahun politik 2024. Sebagai upaya preventif, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan pentingnya pembinaan umat.

“Menanamkan nilai tadayun atau keberagamaan yang rahmatan lil alamin dan mencerdaskan itu tugas bersama karena kalau tidak, maka penanaman nilai-nilai agama itu diambil alih pihak lain yang tidak moderat. Akibatnya umat dapat ajaran yang instan karena kita lalai membina umat, jamaah dan masjid. Dan jika itu terjadi, maka itu lebih berat daripada kehilangan masjid,” pesan Haedar.

Kalimantan Post

Bahkan dalam pertemuan dengan pengurus pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Rabu sore (11/1), Haedar juga berharap seluruh ormas Islam menyamakan persepsi untuk membangun ukhuwah dan menjauhi segala bentuk perpecahan.

“Tapi kalau di tubuh umat berbeda, akan repot ke dalam. Maka bisa tidak ormas-ormas Islam ini menyamakan pandangan,” tantang Haedar.

Menanggapi tantangan Haedar, Ketua Umum LDII, Chriswanto Santoso pada kesempatan itu menyatakan bahwa LDII juga memiliki visi yang sama terhadap pembinaan umat dan religiusitasnya, terutama menjelang tahun politik 2024.

“Harapan kita lebih efektif dalam mengangkat kesejahteraan umat. Jangan sampai umat kita mudah dipecah. Ingat, kita menghadapi pemilu yang cuma lima tahunan, sedangkan kita harus membina umat ila yaumil qiyamah. Masa kalah dengan momen lima tahunan,” tuturnya.

Terakhir, dengan silaturahmi ini LDII berharap dapat menguatkan ukhuwah dan kolaborasi. LDII kata Chriswanto bahkan memperhatikan nasehat dari Haedar Nashir karena menganggap organisasi Muhammadiyah sebagai ‘saudara tua’.

“Kita ingin menyampaikan visi persepsi yang sama tentang Indonesia yang saat ini di bidang politik, ekonomi, pendidikan, umat Islam mayoritas mengalami keterpurukan. Maka kami di sini menyamakan visi persepsi terkait langkah, tansikul harakah,” kata Chriswanto.

Baca Juga :  Petani di Loktabat Utara Kembali Ditekan, Aktivitas Bertani Terancam‎‎BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Aktivitas pertanian warga yang tergabung dalam Kebun Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari di Jalan Pondok Mangga, RT 19 RW 08, Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, kembali mendapat tekanan dari pihak lain.‎‎Para petani mengaku mengalami intimidasi, meski sebelumnya telah ada kesepakatan agar mereka tetap dapat mengelola lahan seperti biasa.‎Tekanan tersebut diduga dilakukan pihak yang mengatasnamakan HMA Law Firm. Dalam sepekan terakhir, petani Kebun Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari kerap didatangi sekelompok orang yang melakukan pengukuran lahan, intimidasi, hingga pemasangan plakat larangan beraktivitas di lahan yang selama ini mereka garap.‎“Kamis, 15 Januari kemarin, tiba-tiba dipasang plakat yang melarang kami melakukan aktivitas apa pun. Padahal kami sudah bertahun-tahun berkebun di sini dan mendapat izin dari pemilik lahan yang memiliki sertifikat sah,” ujar Arbani, salah satu petani Kebun Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari.‎Menurut Arbani, sebelum pemasangan plakat tersebut, para petani sebenarnya telah mendapat kesepakatan bahwa kegiatan pertanian dapat terus berjalan sambil menunggu penyelesaian persoalan klaim lahan. Namun, kondisi di lapangan justru kembali memanas dengan munculnya tekanan yang dinilai sangat meresahkan petani.‎Ia juga mengungkapkan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi pada September tahun lalu. Saat itu, puluhan orang mendatangi lahan pertanian Kebun Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari, memasang pagar kawat berduri, bahkan mengancam akan membuldozer kebun milik petani. Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial dan menuai perhatian publik.‎“Awalnya yang diklaim hanya sebagian lahan di atas. Sekarang klaimnya meluas hingga disebut-sebut mencapai 12 hektare. Di plakat tertulis nama H. Efendi sebagai pihak yang mengklaim, tapi yang datang ke lapangan justru kuasa hukumnya dengan membawa orang-orang,” jelas Arbani.‎Para petani menilai pola intimidasi yang dialami Kebun Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari menyerupai praktik mafia tanah, di mana tekanan fisik dan psikis digunakan untuk menghentikan aktivitas warga di lahan garapan.‎Selain intimidasi di lapangan, petani juga mengaku diteror dengan ancaman pasal pidana. Namun, pasal-pasal yang dicantumkan dalam plakat tersebut dinilai tidak relevan karena merujuk pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) lama yang sudah tidak berlaku.‎Diketahui, sejak 2 Januari 2026 pemerintah telah memberlakukan KUHP baru melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, menggantikan KUHP peninggalan Belanda.‎Dalam plakat yang dipasang oleh firma hukum yang berkantor di Toko Nomor 1, Jalan Simpang Tiga Batung, Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kalimantan Selatan, pasal yang diancamkan kepada petani adalah Pasal 551 juncto Pasal 167 ayat (1) KUHP.‎‎Dalam KUHP baru, Pasal 551 mengatur ancaman pidana bagi orang yang mencantumkan keterangan palsu dalam berita acara suatu keterangan kapal. Sementara Pasal 167 mengatur tentang ruang, termasuk bentangan terminal komputer yang dapat diakses dengan cara tertentu.‎‎Untuk itu, para petani yang tergabung dalam Kebun Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat turun tangan memberikan perlindungan serta kepastian hukum, sehingga mereka dapat kembali bertani dengan aman tanpa tekanan, sesuai kesepakatan yang telah ada sebelumnya. (dev/KPO-4)‎LARANGAN – Plakat larangan beraktivitas yang dipasang di lahan pertanian Kebun Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari, Jalan Pondok Mangga, Loktabat Utara, Banjarbaru. (Kalimantanpost.com/devi).

“Paling tidak LDII siap dengan arahan dari saudara tua,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Chriswanto ditemani jajaran LDII pusat seperti Sekretaris Umum, Dody Taufiq W, Bendahara Umum Supartono, bersama Ketua Bida HAL, Ketua Bidang Pendidikan Umum, Ses DPP, Kadept PKD, dan Anggota Dept PKD.

LDII juga menyampaikan selamat atas kesuksesan Muhammadiyah menggelar Muktamar ke-48 yang penuh dengan keteladanan.

“Kami mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah yang berjalan dengandamai, dengan baik tanpa banyak ribut tapi langsung menghasilkan sesuatu yang luar biasa, diterima semua pihak, itu luar biasa. Bagi kami, Itu adalah contoh dari kakak tertua untuk menjadi panutan kita. Awal yang baik ini Insyaallah ke depan langkah-langkahnya Muhammadiyah tentu akan diridhai Allah dan akan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Nau/KPO-1)

Iklan
Iklan