Banjarbaru,KP- Ancaman nyamuk Aedes aegypti sebagai hewan yang menyebarkan virus demam berdarah dengue (DBD) terus meningkat di Kota Banjarbaru, terlebih saat ini cuaca ekstrim juga terjadi cukup lama.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat dalam waktu tiga bulan terakhir sudah ada 99 kasus DBD telah ditemukan. Hal tersebut otomatis meningkatkan status kasus DBD di di Kota Banjarbaru dalam kategori waspada.
Kepala Dinas KesehatanKota Banjarbaru dr Juhai Triyanti Agustin, menjelaskan mulai Januari hingga akhir Maret ini sudah ada 99 kasus DBD di Kota Banjarbaru, yang sebagian besar pasien DBD adalah kluster anak-anak, mayoritas berusia 5 hingga 14 tahun.
“Memang terjadi hampir diseluruh kecamatan Jumlah tingginya kasus DBD ditemukan di wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Cempaka dan Kecamatan Banjarbaru Utara,” jelasnya.
Hujan deras yang diselingi panas menimbulkan genangan air di mana-mana. Memberikan nyamuk aedes aegypti, genangan air itu dijadikan sarang berkembang biak.
Terkait penangananya, Juhai mengatakan bahwa saat ini belum terfokus untuk melakukan fogging (pengasapan) sebagai respons tingginya kasus DBD di Banjarbaru.
“Fogging dapat dilakukan jika terjadi kasus DBD di wilayah tersebut, ditindak oleh tim survailen epedemiologi yang menilai kelayakan tempat tersebut untuk difogging,” jelasnya.
Namun ia mengatakan saat ini telah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terus menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air, mengubur barang bekas.
“Oleh karena itu Kota Banjarbaru melaunching program Gertak Bapuputik (Gerakan Serentak Banjarbaru Sapu dan Punahkan Jentik Nyamuk DBD,” tutupnya. (Dev/K-3)















