Banjarmasin, KP – Realisasi pendapatan daerah Kalsel pada 2022 lalu mencapai Rp8,12 triliun, melebihi dari target yang di tetapkan sebesar Rp7,85 triliun atau 103,83 persen.
“Alhamdulillah, realisasi pendapatan daerah pada tahun lalu mengalami peningkatan yang signifikan,” kata Kepala Bekeuda Kalsel, H Subhan Noor Yaumil kepada wartawan, usai rapat Pansus LKPj kepala daerah 2022, Rabu (13/4/2023), di Banjarmasin.
Subhan mengungkapkan, pihaknya menyampaikan progress dan capaian kegiatan pada 2022 lalu, khususnya pencapaian target pendapatan dan belanja daerah.
Realisasi pendapatan tersebut disebabkan peningkatan pendapatan asli daerah, baik pajak dan retribusi daerah, termasuk lain-lain pendapatan yang sah dan transfer dari pemerintah pusat.
“Pendapatan asli daerah yang ditargetkan Rp4,28 triliun dapat direalisasikan Rp4,55 triliun atau 106 persen,” tambahnya.
Kemudian, dana transfer pemerintah pusat dari dana bagi hasil pajak dan lainnya, yang ditargetkan Rp3,49 triliun dapat terealisasi Rp3,5 triliun atau 100,01 persen.
“Lain-lain pendapatan yang sah dari target Rp3,51 triliun dapat direalisasikan Rp3,53 triliun atau 100,35 persen,” jelas Subhan.
Sedangkan belanja daerah dapat dilakukan penghematan, dimana dari target pendapatan Rp6,04 triliun, hanya direalisasikan Rp5,26 triliun, atau 87,08 persen.
Subhan menambahkan, capaian pendapatan daerah ini sangat tergantung kondisi daerah, dimana perbaikan perekonomian akan bedampak pada peningkatan pendapatan daerah, terutama dari pajak dan retribusi daerah.
“Pasca pandemi Covid-19 lalu, perekonomian Kalsel mengalami perbaikan, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan.daerah,” jelas Subhan.
Selain itu, pihaknya juga menerapkan pungutan pajak air permukaan pada 2022 lalu, yang naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Realisasi pajak air permukaan pada 2021 lalu hanya Rp2 milian, namun pada 2022 naik menjadi Rp5 miliar,” katanya. (lyn/K-1)















