Kandangan, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) terus berinovasi. Lahan rawa yang biasa hanya ditanami saat musim kemarau, bisa dimaksimalkan pula saat musim penghujan dengan Padi Apung.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSS Muhammad Noor menjelaskan, budi daya padi apung menggunakan styrofoam yang berfungsi sebagai pelampung, dan media tanam terdiri tanah dan pupuk.
Tahun 2023 ini direncanakan masih akan memaksimalkan styrofoam yang ada, yakni bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak dua ribu buah sebelumnya.
“Tanam kembali direncanakan awal musim penghujan, atau sekitar Oktober dan November 2023 mendatang,” terangnya, Kamis (4/5/2023) lalu.
Diungkapkannya, pihaknya juga akan melakukan pengadaan sebanyak 1000 buah styrofoam dalam APBD Kabupaten HSS. Serta, Pemprov Kalsel akan kembali membantu sebanyak 500 buah styrofoam.
Rencananya, styrofoam akan disebarkan ke kecamatan yang memiliki daerah rawa, sekaligus menjadikan percontohan dan sosialisasi bagi masyarakat, serta menjadi daya tarik masyarakat berpartisipasi menanam.
“Sosialisasi diperlukan, karena budidaya padi apung menjadi teknologi baru bagi masyarakat. Sehingga dengan lebih mengenal teknik dan pola budidaya, diharapkan masyarakat tertarik untuk juga menanam padi apung memanfaatkan lahan rawa yang ada,” ujarnya.
Saat ini, budidaya padi apung di HSS memang masih tahap uji coba dengan produksi padi 2,8 kilogram per buah styrofoam. Ia berharap, ke depan lebih meningkatkan efesiensi maupun produktivitas.
Sementara Bupati HSS Achmad Fikry menambahkan, inovasi Padi Apung perlu dicoba dalam memanfaatkan kearifan lokal. Yakni, menggunakan bambu sebagai media apung menggantikan styrofoam.
“Dari kearifan lokal, masyarakat kita biasa memanfaatkan bambu untuk berbagai keperluan, dan untuk padi apung nanti kita coba kembangkan memanfaatkan bambu, karena biaya tentu akan lebih murah,” ucap Achmad Fikry. (tor/K-6)














