Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
MartapuraTRI BANJAR

Dukung Pemilu, Bakesbangpol Gelar Sosialisasi Cegah Radikalisme-Hoak

×

Dukung Pemilu, Bakesbangpol Gelar Sosialisasi Cegah Radikalisme-Hoak

Sebarkan artikel ini
Hal 16 2 KLm Martapura Dukung pemilu
DUKUNG PEMILU - Dukung Pemilu 2024, Bakesbangpol menggelar sosialisasi cegah radikalisme dan hoaks. (KP/Wawan)

Martapura,KP- Pemkab Banjar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Fasilitasi Masyarakat dalam Menangkal Radikalisme dan Berita Hoaks guna Mendukung Pemilu 2024, di Aula Kantor Kecamatan Astambul, Kamis (4/5).

Kepala Badan Kesbangpol Safrin Noor yang membuka kegiatan mengatakan, kewaspadaan terhadap radikalisme yang mengarah kepada aksi terorisme, merupakan tanggung jawab bersama, agar masyarakat terbebas dari paham-paham mempengaruhi.

Kalimantan Post

”Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna menanggulangi paham radikalisme di masyarakat untuk mewujudkan ketertiban, namun penanganan masih bersifat komprehensif dan jangka panjang,” ujar Safrin.

Dijelaskannya, radikalisme dan berita hoax, jika dibiarkan dapat membahayakan dan merugikan masyarakat. Radikalisme saat ini banyak mengarah pada kelompok agama yang menyukai kekerasan, radikalisme adalah paham keras atau aliran melalui jalur agama yang bertujuan ingin merubah tatanan sosial maupun politik dengan cara kekerasan.

”Kita harus mulai dari diri sendiri, karena diri kita bisa menjadi sumber yang mengaplikasi berita hoax tersebut dan tersebar kemana-mana. Bila ada berita tidak kita yakini, stop di kita saja. Itu salah satu kontribusi yang amat penting untuk memutus mata rantai hoax dan berita radikalisme,” pesannya.

Camat Astambul Ahmad Fauzi juga meminta kepada anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk menangkal radikalisme, terutama saat memasuki tahun politik menjelang Pemilu dan Pilpres 2024.

”Untuk menangkalnya, tentu unsur pemerintah, keamanan serta masyarakat perlu bahu-membahu menyampaikan bahaya-bahaya yang mungkin terjadi. Paling tidak kita harus waspada,” tandasnya.

Dihadapan 44 peserta pambakal dan staf dari 22 desa, narasumber Kabid Informasi, Komunikasi Publik Diskominfostandi Muhari menyampaikan ciri radikalisme adalah mengklaim kebenaran tunggal dan menyesatkan kelompok lain yang berbeda pendapat, mempersulit tata cara sesuatu, seperti agama serta ciri lainnya bersikap berlebihan dalam ritual agama yang tidak pada tempatnya.

Baca Juga :  Safari Ramadhan Diwarnai Layanan Kesehatan Gratis

”Sementara ciri-ciri hoaks, biasanya informasi mengakibatkan kecemasan, kebencian dan permusuhan. Sumber berita tidak jelas, bermuatan fanatisme atas nama ideologi, judul dan pengantar provokatif, memberikan penghukuman serta menyembunyikan fakta dan data,” jelasnya. (Wan/K-3)

Iklan
Iklan