Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Silat Sumbang Empat Medali Emas di SEA Games Kamboja

×

Silat Sumbang Empat Medali Emas di SEA Games Kamboja

Sebarkan artikel ini
IMG 20230510 WA0033
Pesilat Indonesia Iqbal Candra Pratama berpose dengan bendera Merah-Putih seusai meraih medali pertamanya di SEA Games 2023 Kamboja, Rabu (10/5/2023). (kalimantanpost.com/Antara)

PHNOM PENH, kalimantanpost.com – Salah satu cabang olahraga mendali, Pencak silat untuk sementara sudah menyumbangkan tiga medali emas SEA Games Kamboja,
di Chroy Changvar Convention Center Phnom Penh, Rabu (10/5/2023).

Tiga medali emas itu diraih Iqbal Candra Pratama yang berlaga di nomor tanding putra kelas F, Jeni Elvis Kause di tanding putri kelas C, dan Khoirudin Mustakim du tanding putra kelas A dan Atifa Fismawati kelas D di nomor tanding putri.

Kalimantan Post

Namun, sukses ketiga pesilat itu tidak diikuti rekannya Muhamad Yachser Arafah (tanding putra kelas C), Suci Wulandari di nomor tanding putri (-45 kg), Nia Larasati kelas E tanding putri dan Kadek Andre Nova kelas D tanding putra.

Sementara itu, kepala pelatih timnas pencak silat Indonesia Indro Catur Haryono menyayangkan keputusan juri pada babak final cabang pencak silat nomor tanding putri kelas B, pada SEA Games Kamboja, Rabu.

Pertandingan antara Indonesia yang diwakili oleh pesilat Safira Dwi Meilani melawan wakil Vietnam di Chroy Changvar Convention Center Phnom Penh itu berlangsung dengan protes demi protes dari kedua kubu.

Indonesia unggul jauh dari lawan dengan skor 43-61. Namun, dengan 18 detik tersisa, pertandingan tiba-tiba diberhentikan dan kemenangan jatuh kepada pesilat Vietnam.

“Safira secara poin unggul jauh dan masih ada sisa waktu 18 detik, dan dia belum ada melakukan pelanggaran apapun. Wasit melihat Safira terkena kuncian. Tapi (ekspresi sakit Safira) sebenarnya sudah (ada) dalam pertandingan. Safira dari babak pertama, lengannya sudah dislock. Tapi dia masih berjuang dan bertahan hingga poinnya unggul,” jelas Indro.

“Kalau itu dianggap kuncian, itu tidak benar sama sekali karena harus ada prosesnya, hitungannya, dan (pesilat) terlihat tidak bisa bergerak secara pasti. Tapi Safira tendangannya masih kuat, pukulan masih bagus, kalau kesakitan iya, tapi dia belum menyerah,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga :  Bungkam Socieded 4-1, RealMadrid Gusur Barcelona di Puncak Klasemen

Lebih lanjut, Indro mengatakan Safira memang memiliki riwayat cedera sebelum bertanding di babak final.

Selain itu, pihaknya telah melayangkan protes dan hal itu tengah diproses lebih dalam oleh pihak-pihak terkait.

“Ini lagi diproses, semoga diterima dan pertandingan akan berlanjut di 18 detik tersisa, dengan poin terakhir,” kata Indro. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan