Martapura, KP – Berawal dari musibah banjir yang terjadi pada awal 2021 kemarin, para pemuda digerakan dalam kegiatan gotong royong untuk normalisasi hingga pemeliharaan aliran sungai. Kemudian lahirlah inovasi RPM Manis (Relawan Pemuda Mandarsari Menjaga Aliran dan Normalisasi Sungai) pada 5 Maret 2021.
Hal tersebut diungkapkan Ketua RPM Manis Sabarudin pada talkshow bersama Bank Daurs Purna Praja Kelurahan Mandarsari, Kecamatan Kertak Hanyar, di Radio Suara Banjar, Rabu (21/6).
Inovasi dijalankan yang didominasi pemuda tersebut, lanjutnya, terbentuk atas rasa kepedulian terhadap fungsi, kebersihan dan normalisasi aliran sungai.
“Didominasi anak muda yang tergabung dalam karang taruna, sekitar 30 orang berfokus pada kegiatan mengembalikan fungsi sungai untuk mencegah banjir, terutama dari tumpukkan sampah,” ucap Sabarudin yang juga Ketua RT 5 Kelurahan setempat.
Tidak ada anggaran dana yang disiapkan khusus setiap kali menggelar gotong royong. Namun kesadaran tinggi masyarakat tentang betapa pentingnya fungsi sungai, dana tersebut akhirnya terkumpul secara swadaya dari warganya.
“Biasanya Sabtu dan Minggu kita gotong royong, mereka swadaya, tapi ada juga yang tidak bisa hadir karena ada keperluan lain, tapi mereka nitip dana sebagai partisipasi. Dari pihak pengembang perumahan setempat dapat juga dilibatkan dengan pinjam alat berat untuk normalisasi,” ujarnya.
Ditambahkannya, dulunya sungai kurang mendapat perhatian dan pemeliharaannya dilakukan secara individu. Kini berubah dan berdampak baik bagi masyarakat. Adanya inovasi RPM Manis, sangat bermanfaat mencegah banjir.
“Dan aliran air ke persawahan warga menjadi lancar, mencegah timbunan sampah dan sumber penyakit di lingkungan masyarakat, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit kulit,” katanya.
Kedepan, pihaknya punya rencana memanfaatkan air sungai yang sudah bersih tersebut menjadi tambak ikan dan dapat dijadikan area memancing, dengan pengadaan bibit melalui pengajuan ke Dinas Perikanan Banjar. (wan/K-7)















