Banjarmasin, KP – Komisi I DPRD Kalsel menyetujui anggaran untuk melengkapi sarana penangulangan bencana, mengingat bencana banjir kerap menghantui beberapa daerah.
“Kita setuju anggaran untuk melengkapi sarana penanggulangan bencana,” kata Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Hj Rachmah Norlias, usai rapat kerja dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, kemarin, di Banjarmasin.
Apalagi daerah rawan bencana banjir ini hampir terjadi di seluruh wilayah Kalsel, diantara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Barito Kuala, hingga Tanah Laut.
“Untuk itu dibutuhkan pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh,” tambah politisi Partai Amanat Nasional (PAN).
Rachmah Norlias menambahkan, perahu karet adalah salah satu sarana evakuasi dan pengiriman bantuan dalam situasi bencana yang teramat penting.
“Kita memintakan tadi adanya bantuan dari Pemprov Kalsel berupa perahu karet untuk kabupaten/kota yang rawan bencana, seperti HST, HSS, Barito Kuala dan Tanah Laut,” ujar Rachmah Norlias.
Diharapkan, dengan adanya bantuan perahu karet ini bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang terkena bencana baik di kabupaten dan kota.
Selain BPBD Kalsel, juga dilakukan rapat dengan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Kalsel dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel.
“Kita membahas bantuan keuangan kepada partai politik (parpol), dana tersebut sangat berguna, salah satunya untuk menunjang kegiatan pendidikan politik,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel I, Kota Banjarmasin.
Sedangkan untuk kenaikan bantuan partai politik, Komisi I DPRD Kalsel mengharapkan bisa direalisasikan pada 2024, dan nilainya lebih meningkat daripada 2023 ini.
Badan Penghubung Pemprov Kalsel dalam fungsinya untuk membina, mengatur, dan mengelola Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, diharapkan melaksanakan kegiatan promosi dan penyebaran informasi potensi daerah.
“Untuk kegiatan di 2024, untuk Badan Penghubung diminta adanya ikon-ikon Kalsel yang ditempatkan di TMII,” ujar Rachmah Norlias. (lyn/K-7)















