Martapura, KP – Dinas Pariwisata Kalsel menggelar Sosialisasi Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata di Sekitar Geosite, Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Rabu (18/10/2023).
Selaku narasumber, Plt Kadis Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjar Irwan Jaya.
Irwan Jaya memberikan materi tentang tata kelola destinasi, mencakup koordinasi dan manajemen terpadu suatu pemasaran destinasi, meliputi atraksi-atraksi dan events, fasilitas,
transportasi, infrastruktur dan sumber daya keramahan (hospitality services).
“Peran tata kelola destinasi, yakni kepemimpinan dan koordinasi, perencanaan dan penelitian, pengembangan produk, pemasaran dan promosi, kemitraan dan membangun tim,” tandasnya.
Menurutnya, tata kelola destinasi yang efektif, melibatkan perencanaan pariwisata jangka panjang, memonitor dan mengevaluasi secara berkelanjutan, yang akan memberi hasil dari upaya-upaya pariwisata.
”Untuk mengembangkan pariwisata, harus juga memperhatikan 5 aspek,” katanya.
Yakni, accessibility, kemudahan untuk dikunjungi, lokasi wisata yang layak, aman nyaman dan dapat dijangkau/ditempuh wisatawan secara individu/rombongan dan adanya sarana penunjang transportasi.
”Lalu attraction, yakni adanya atraksi atau objek wisata yang dikelola pemerintah/masyarakat setempat yang layak serta aman untuk dikunjungi wisatawan (kemudahan melihat atraksi yang khas di lokasi wisata),” katanya.
Kemudian, activities, yakni adanya aktivitas yang layak dilakukan wisatawan dengan aman dan dapat dipantau keselamatannya. Berikutnya amenities, yaitu tersedianya fasilitas-fasilitas penunjang yang diperlukan wisatawan, seperti akomodasi, konsumsi.
”Serta ancillary, yakni organisasi kelembagaan untuk menyusun kerangka pengembangan pariwisata, mengatur industrinya serta mempromosikan daerah, sehingga dapat dikenal lebih banyak orang,” jelasnya.
Dengan adanya tata kelola destinasi pariwisata, tambahnya, dapat memperbaiki kualitas pelayanan kepariwisataan dan diharap membawa perubahan pada wajah destinasi dengan menerapkan dan mengaplikasikannya melalui peran POKDARWIS dan kelompok masyarakat sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan wisatawan. (Wan/K-3)















