Rantau, KalimantanPost.com – Upaya meminimalisir pelecehan seksual sejak dini, Organisasi perempuan tergabung di Tilik Rahayu berikan edukasi ke sejumlah sekolah sekolah di Tapin.
Kali ini yang menjadi sasaran Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tapin Desa Banua Halat Kecamatan Tapin Utara.
Pengurus Tilik Rahayu ini langsung turun ke sekolah dan menjumpai anak murid di sekolah setempat dengan di dampingi kepala madrasah dan dewan guru.
Pengurus Tilik Rahayu, Nita Amalia mengatakan, program go to school yang dilaksanakan oleh Tilik Rahayu ini, bertujuan untuk mengurangi terjadinya pelecehan seksual sejak dini dan berdampak kepada karakter seorang anak yang bisa membawa dampak negatif jangka panjang di sekolah.
“Pada program ini Tilik Rahayu memberikan edukasi kepada anak-anak tentang batasan batasan laki-laki dan perempuan dalam berinteraksi sesama lawan jenis,” jelasnya.
Sehingga dalam hal ini anak-anak di sekolah setidaknya tahu ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh di sentuh antara anak laki laki dan perempuan.
Disamping itu pula tentunya peran dari guru di sekolah-sekolah juga sangat penting untuk mengedukasi siswa-siswinya agar terbentuknya karakter anak yang baik dalam bergaul sesama teman.
“Maka daripada itu mari bersama kita edukasi anak-anak kita sejak dini untuk meminimalisir korban pelecehan seksual dan tidak terbentuknya pelaku pelecehan seksual tersebut,” ajaknya.
Tidak cukup disitu, pihaknya juga memberikan edukasi tentang batasan batasan interaksi lawan jenis dan juga tentang bullying.
Program ini setiap sebulan sekali ada. Sebelumnya kita sosialisasi di Sekolah MIN 6 Tapin dan sekarang giliran MIN 2 Tapin. Ini untuk meminimalisir pelecehan seksual sejak dini, karna kalo bukan kita siapa lagi.
Untuk diketahui Tilik Rahayu memiliki visi Mewujudkan Peran Perempuan dalam Pembangunan Kabupaten Tapin berbasis Keadilan dan Kesetaraan Gender.
Sedangkan untuk misi nya yakni, mengembangkan potensi peran perempuan Tapin diruang publik, mengadakan kegiatan yang bersifat menambah pengetahuan tentang
perempuan berbasis feminisme, memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender, dan menjalin kerjasama dengan mitra terkait baik didalam maupun luar daerah.
(abd/K-6)















