Para pelaku yang rata-rata masih berusia remaja ini merekam aksi mereka menggunakan telepon seluler lalu mengunduh ke media sosial dengan tujuan agar tenar dan menakuti-nakuti lawannya.
BANJARBARU, KalimantanPost.com – Jajaran Polres Banjarbaru bergerak cepat menyikapi kasus penyerangan seorang remaja berinisial MS (17) yang terjadi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Senin (4/12) malam lalu dengan menangkap 15 orang anggota geng motor bersenjata tajam.
Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah mengungkapkan, 15 anggota geng motor ini diamankan personel gabungan dari Polres Banjarbaru dan Polres Banjar, Rabu (6/11) dinihari sekitar pukul 01.30 WITA.
Petugas menangkap 15 pelaku geng motor dan menyita 16 bilah senjata tajam berbagai macam jenis yang digunakan untuk menyerang musuh, kata Kapolres.
AKBP Dody menyebutkan, anggota geng motor yang ditangkap tersebut yakni MN (22), MRB (20), MR (20), ASR (22), RO (18), JA (18), SA (15), MA (14), MS (15), AM (13), ADA (15), IA (16), MR (16), MRH (16), dan MZA (17).
Kapolres menjelaskan bahwa geng motor ini menamakan diri mereka dengan Family Doski .
Berdasarkan hasil penyelidikan, katanya, anggota geng motor ini sudah empat kali beraksi di lokasi yang sama dalam kurun waktu 19 hari dengan melukai pihak lawan dan mengancam warga sekitar.
Para pelaku yang rata-rata masih berusia remaja ini, lanjut Kapolres, merekam aksi mereka menggunakan telepon seluler lalu mengunduh ke media sosial dengan tujuan agar tenar dan menakuti-nakuti lawannya.
Kapolres Banjarbaru mengakui aksi geng motor Family Doski ini saling menyerang antar kelompok viral di media sosial Oleh karena itu, personel meningkatkan patroli gabungan hingga akhirnya meringkus belasan pelaku yang juga melakukan penyerangan kepada masyarakat umum, tidak hanya barang bukti senjata tajam tetapi juga enam unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi beserta 12 unit telepon seluler.
Kasat Reskrim Polres Banjarbaru Iptu Zuhri Muhammad menambahkan motif terduga pelaku hanya ingin di eksis dan ingin terlihat gagah dari lingkungan mereka. Meski berusia remaja dan termasuk pelajar, pelaku ternyata anak putus sekolah dan tanpa kasih sayang keluarga.
“Motifnya, gagah-gagahan agar terlihat keren,” katanya.
Sebelumnya, warga Kelurahan Guntung Paikat melakukan upaya pencegahan dengan jaga malam di sekitar RTH Guntung Paikat yang menjadi lokasi
kriminalitas itu terjadi bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
“kita inisiatif jaga malam bersama l pihak kelurahan bersama ketua forum RT/RW, Babinsa dan Bhabinkamtibmas” ujar Lurah Guntung Paikat, Muhammad Arifin.
Terkait hal tersebut Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin memberikan kesempatan untuk penerapan.
Silahkan tapi nanti kita evaluasi kembali apakah perlu jam malam akan kita laksanakan, ujarnya
Diberitakan sebelumnya, seorang remaja berinisial MS (17) harus dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura.
Pasalnya, dia mengalami luka di punggungnya akibat sabetan senjata tajam (sajam) sehingga harus menerima 18 jahitan.
MS yang merupakan warga Kota Martapura, Kabupaten Banjar ini mengaku kaget diserang. Saat itu dia bersama temannya sedang nongkrong di Ruang
Terbuka Hijau (RTH) Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Senin (4/12) malam.
Tiba-tiba, katanya, datang dua orang tidak dikenal berlari menuju ke arahnya. Kedua lelaki tersebut, lanjutnya, menggunakan penutup wajah sambil membawa celurit dan berlari karena dikejar oleh beberapa orang orang.
Melihat peristiwa ini, MS dan teman-temannya langsung melarikan diri. Sialnya, remaja berusia 17 tahun ini lari paling belakang sehingga menjadi korban pembacokan salah seorang pelaku.
Teman saya duluan lari, saya ketinggalan di belakang jadi kena sasaran, ujarnya.
Korban yang terluka kemudian dibawa teman-temannya ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan perawatan medis.(ant/dev/net/K-4)















