Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Tinggi Muka Air Turun, BPBD Minta Warga Waspada Banjir

×

Tinggi Muka Air Turun, BPBD Minta Warga Waspada Banjir

Sebarkan artikel ini
Hal 10 2 Klm H Husni Thamrin
H Husni Thambrin

Banjarmasin, KP – Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Banjarmasin, Husni Thambrin mengatakan masyarakat harus tetap waspada terhadap bencana banjir.

Walaupun potensi banjir telah mengalami penurunan, bencana banjir mungkin saja terjadi di Kota Banjarmasin.

Kalimantan Post

Menurutnya bencana banjir di Kota Banjarmasin disebabkan 3 faktor, yaitu banjir pasang air laut atau rob, banjir akibat curah hujan tinggi dan banjir kiriman dari wilayah hulu sungai Martapura dan Barito.

Dijelaskannya, penyebab banjir Rob atau passng air laut sudah lewat, dengan potensi pasang air laut terjadi pada 12 – 15 Januari dengan tinggi pasang mencapai 2,4 meter, terus menurun menjadi 2,1 meter di tanggal 16, serta menjadi 2,0 meter di hari ini (18/01/2024).

Ketinggian air pasang rob diperkirakan tetap bertahan 2,0 meter hingga akhir Januari dan kembali meningkat hingga 2,3 meter di bulan Februari mendatang.

Walaupun prediksi ketinggian banjir rob menurun, Husni Thambrin mengkhawatirkan banjir akibat curah hujan tinggi.

Hal ini berdasarkan prediksi BMKG curah hujan tertinggi berada di bulan Januari.

“Kemungkinan tetap ada wilayah terendam banjir karena masuk wilayah rendah dengan ketinggian 5 hingga 65 centimeter” kata Husni Thambrin.

Untuk itu, dirinya menghimbau warga untuk selalu menjaga saluran drainase, sungai kecil dan bantaran sungai untuk bebas dari penghalang air dan bangunan.

Sementara, untuk banjir kiriman dari daerah lain, cukup kecil kemungkinannya kecuali terjadi banjir besar di kawasan hulu Sungai dan Kabupaten-Kota di sekitar Kota Banjarmasin.

“Air di wilayah Hulu kalau ingin keluar menuju laut pastinya lewat Kota Banjarmasin” sebut Husni Thambrin.

Sementara untuk wilayah menjadi perhatian adalah Kawasan Basirih, Japri zamzam, Pelambuan, Kompleks DPR, Kelayan karena menjadi daerah rawan dan dekat dengan bantaran sungai. (mar/K-3)

Baca Juga :  BRC tak Optimal, Wali Kota Banjarmasin Minta Pengolahan Sampah tidak Lagi Jalan di Tempat
Iklan
Iklan