Oleh : CAKRAWALA BINTANG
Jika dilihat ayat 1 Surah Al-Isra, maka terjadi perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram ke masjidil Aqsha di Palestina. Dengan begitu maka saling mengunjungi antara satu masjid dengan masjid yang lain, walaupun beda negara atau negara apapun, maka kunjungan antar masjid itu perlu untuk dilakukan. Tidak melihat politik atau situasi perang atau lagi apa antar negara tersebut. Karena hubungan antar masjid adalah urusan Ketuhanan, sebagai Pencipta manusia, yang menyerukan jika manusia sebaiknya atau seluruhnya sebaiknya kepada satu arah hukum dan pemerintahan, untuk bertuhan kepada “Tuhan Yang Satu”.
Apalagi jika kunjungan itu, dimana Palestina atau Masjid Aqsha, maka Nabi Muhammad SAW menuju ke langit ketujuh, kemudian melihat prediksi surga dan neraka, dilanjutkan ke atas lagi untuk menemui Tuhan Yang Maha Esa. Nabi Muhammad mendapat perintah shalat lima waktu, dengan demikian urusan manusia di muka bumi ini, jangan hanya melihat urusan sesama manusia saja, dengan permasalahan tetek bengek sejarah dan peradaban. Kemudian Negara yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi menindas mereka yang terlambat dalam IP dan R&D, bahkan mengatur dan menjajahnya. Maka visi dan misi Nabi Muhammad SAW, adalah untuk mengembalikan maksud dan tujuan manusia diciptakan dan untuk apa di muka bumi ini.
Disebutkan, jika bekas sejarah dan tempat aktifitas para nabi akan menjadi tempat ibadah atau masjid. “Sesungguhnya Kami akan mendirikan Masjid di tempat mereka itu”. (QS. Al-Kahfi : 21). Dengan demikian sejak dahulu kala para nabi itu memang di utus untuk membawa risalah Ketuhanan, serta bagaimana mempertahankannya risalah syariah dan aqidah. Maka sejarah mengenai bangsa Yahudi dan Nasrani serta juga Islam.Karena pada dasarnya memang “satu rangkaian”, dimana ada risalah “rantai kenabian”. Karena sejarah kenabian itu ditandai dengan Masjid yang mereka bangun, maka terhubunglah dua masjid, yaitu Masjid Haram di Mekkah, kemudian Masjid Aqsha di Jerussalem (Palestina). Semua itu untuk mengingatkan kembali, akan yang namanya “satu rangkaian, rantai kenabian”.
Maka tujuan bernegara serta tujuan adanya persatuan bangsa-bangsa menjadi jelas. Jika sejarah peradaban bangsa itu akan melibatkan juga yang namanya Nabi dan Rasul. Dengan demikian sudah sepatutnya jika manusia yang ada di muka bumi ini jika bertemu dan bermusyawarah,maka perhatikanlah hubungan atau rangkaian masjid itu. Maka apa yang mesti dilakukan untuk itu, sehingga hubungan antar manusia itu akan menuju kepada suatu “jalan yang benar”.Tanpa pengkajian sejarah dan peradaban yang baik dan benar,maka manusia akan tersesat dari jalan yang lurus. Dimana IP serta R&D, dikuasai untuk menindas manusia lainnya, bahkan jalan kesesatan itu bisa menimbulkan Tuhan yang semu atau istilahnya dengan Fir’aun.
Jika demikian yang terjadi, maka manusia hanya mengulang sejarah lama, dimana seperti kejadian Musa dan Daud serta Sulaiman. Ternyata, Nabi Muhammad SAW adalah utusan yang terakhir dari rangkaian kenabian itu. Itu jelas di dalam ayat Al-Qur’an.












