Motto Banjarmasin Barasih wan Nyaman (Baiman) tampaknya masih sekedar hanya slogan saja karena tidak mampu mempertahankan Adipura
BANJARMASIN, KP – Gagalnya kembali Kota Banjarmasin dalam beberapa tahun terakhir meraih Adipura seperti terus mendapat sorotan tajam terutama dari anggota DPRD Kota Banjarmasin.
Bahkan, wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif ini mempertanyakan keseriusan Walikota Ibnu Sina serta jajarannya dalam menangani problem persampahan di kota seribu sungai tersebut.
“Artinya motto Banjarmasin Barasih wan Nyaman (Baiman) tampaknya masih sekedar hanya slogan saja karena tidak mampu mempertahankan Adipura,” Sekretaris Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Taufik Husin.
Kepada {KP} Rabu (13/3/204) politisi PDIP ini mengatakan, Banjarmasin Baiman merupakan slogan dari Walikota Ibnu Sina dan selalu disampaikan dalam setiap kesempatan.
Taufik Husin menilai slogan atau sebutan Banjarmasin barasih wan nyaman ini masih belum sesuai dengan fakta dilapangan.
Kenyataan itu ujarnya, terbukti karena Banjarmasin kembali gagal mendapat trophy Adipura yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah kabupaten/kota atas keberhasilan menciptakan kebersihan.
Lebih jauh ia menilai, tata kelola dan penanganan sampah di kota ini masih haruslah ditingkatkan. Selain dituntut kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Taufik Husin berpendapat selain tata kelola sampah dan kesadaran masyarakat ada sejumlah faktor lainnya yang membuat Banjarmasin gagal meraih Adipura.
“Seperti keberadaan TPS di lingkungan perumahan dan jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang masih sangat minim,” katanya.
Taufik Husin mengakui, bahwa kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menangani masalah sampah di Banjarmasin masih banyak yang harus dibenahi.
“ Salah satunya pekerjaan berat itu adalah merubah mindset atau pola pikir masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya. (nid/K-3)















