RT ini menyatakan sebagian besar warga menyatakan setuju untuk memberikan lahannya dalam rangka perbaikan turunan jembatan yang dinilai agak berbahaya
BANJARMASIN, KP – Banyaknya warga yang menjadi korban turunan di Jembatan Bromo Kawasan Mantuil menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah saat dihubungi lewat WA mengatakan perbaikan turunan Jembatan Bromo sudah memasuki tahap DED (Detail Engineering Design).
Namun, wanita yang akrab dipanggil yayah ini belum bisa menjelaskan secara rinci rencana perbaikan turunan Jembatan Bromo, apakah akan berkelok seperti diseberang atau turunan dibuat lebih landai.
Hal ini karena tahap DED belum selesai sehingga belum diketahui seperti apa rencana yang dibuat termasuk anggaran yang bakal digunakan.
Sementara, Warga Teluk Benteng RT 06, Rasyidi mengatakan pernah mendengar informasi soal perbaikan turunan Jembatan Pulau Bromo.
Bahkan, pada akhir bulan Juli lalu, sekelompok pegawai dari Pemko Banjarmasin telah melakukan peninjauan dan pengukuran kemiringan turunan Jembatan Pulau Bromo.
Tidak hanya itu, mereka telah melakukan pengukuran lahan serta berbicara dengan pemilik rumah yang berada dekat dengan Jembatan Pulau Bromo, apakah bersedia untuk dilakukan pembebasan lahan.
Lelaki yang menjabat sebagai wakil RT ini menyatakan sebagian besar warga menyatakan setuju untuk memberikan lahannya dalam rangka perbaikan turunan jembatan yang dinilai agak berbahaya.
“Sudah banyak warga yang menjadi korban, mulai dari tesalahu, gigi yang patah hingga patah tulang” sebut Rasyidi.
“Intinya warga setuju haja untuk pembebasan lahan demi menjamin keamanan dan keselamatan di turunan Jembatan Bromo” kata Rasyidi. (mar/K-3)















